HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Wapres Gibran Tinjau Nyaru Menteng, 90 Orangutan Dirawat di Tengah Karhutla

3
×

Wapres Gibran Tinjau Nyaru Menteng, 90 Orangutan Dirawat di Tengah Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan satwa dan habitatnya.

Kondisi itu menjadi perhatian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Palangka Raya, Kalteng, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan Wapres berlangsung di tengah pekatnya asap karhutla yang sempat menyulitkan pendaratan pesawat. Meski demikian, agenda kunjungan tetap dilanjutkan untuk melihat langsung kondisi penanganan satwa sekaligus memastikan kebutuhan perawatan orangutan terdampak karhutla mendapat perhatian.

Wapres datang bersama para pejuang satwa dan dokter hewan yang turut terbang dari Jakarta. Mereka meninjau berbagai fasilitas di Nyaru Menteng serta berdialog dengan tim yang selama ini menjalankan proses rehabilitasi dan perawatan orangutan.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung proses perawatan orangutan serta berdiskusi dengan dokter hewan dan relawan mengenai kondisi satwa yang berada di pusat rehabilitasi. Perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan medis dan fasilitas pendukung untuk memastikan proses penanganan dapat berjalan sesuai kondisi satwa.

Baca Juga  Dewan Harap Aspirasi Warga Kahayan Hilir Diperhatikan

Wapres turut menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer. Bantuan itu diberikan untuk menunjang kebutuhan perawatan satwa, terutama dalam menghadapi dampak asap akibat karhutla.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Forest School BOSF Nyaru Menteng. Saat ini, fasilitas tersebut menjadi tempat pembinaan 17 orangutan sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi sebelum satwa menjalani proses selanjutnya sesuai kondisi masing-masing.

Wapres kemudian meninjau area Karantina Individu Orangutan. Di lokasi tersebut, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam sejumlah kandang yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap satwa.

Di area karantina, Wapres menyaksikan proses nebulisasi atau pemberian uap kepada orangutan. Proses tersebut menjadi salah satu bentuk penanganan terhadap satwa yang terdampak kondisi asap akibat karhutla.

Wapres menekankan, penanganan satwa tidak dapat dipisahkan dari upaya pemulihan lingkungan. Satwa yang mengalami gangguan kesehatan perlu mendapatkan perawatan, sementara habitatnya juga harus dipulihkan agar ketersediaan pakan, air, dan ekosistem pendukung kembali terjaga.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.

Menurut Wapres, perhatian terhadap satwa menjadi bagian penting dalam penanganan bencana lingkungan. Kerusakan habitat akibat karhutla dapat memberikan dampak lanjutan terhadap kehidupan satwa, sehingga pemulihan perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga  UPR Naik Peringkat di EduRank 2025, Bukti Kemajuan Akademik dan Riset

Selain memastikan kondisi satwa, Wapres juga memberikan apresiasi kepada para dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan seluruh tim yang selama ini terus melakukan perawatan serta perlindungan terhadap satwa Indonesia.

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” pungkas Wapres.

Kunjungan ke Nyaru Menteng memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan perhatian pada berbagai aspek. Perlindungan masyarakat, perawatan satwa, dan pemulihan habitat perlu berjalan beriringan agar dampak bencana dapat ditekan dan keberlangsungan ekosistem tetap terjaga. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts