HEADLINEPEMKAB BARITO TIMURPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Agustiar Sabran Dorong Hilirisasi Padi di Kalteng, RMP Lampuyang Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

7
×

Agustiar Sabran Dorong Hilirisasi Padi di Kalteng, RMP Lampuyang Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meninjau pembangunan rice milling plant (RMP) atau fasilitas penggilingan padi modern di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/10/2026).

Pembangunan fasilitas ini ditargetkan selesai pada akhir 2026, sebelum mulai beroperasi pada 2027 untuk mendukung pengolahan hasil panen dan meningkatkan nilai tambah komoditas padi di daerah.

Kehadiran RMP diharapkan menjadi salah satu penunjang pengembangan sektor pertanian, terutama dalam memperkuat proses hilirisasi. Melalui fasilitas penggilingan padi modern, hasil panen petani dapat diolah di daerah sendiri sehingga rantai pengolahan dan pemasaran beras diharapkan menjadi lebih efektif.

Saat meninjau lokasi pembangunan, Agustiar menyampaikan bahwa penyelesaian fasilitas sesuai target menjadi hal penting agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh petani. RMP diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengolahan gabah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hasil pertanian dan memperkuat kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sektor pangan.

“Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini dan mulai beroperasi tahun depan. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil panen petani di Kalteng,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan, pengembangan fasilitas pengolahan perlu disertai upaya menjaga produktivitas pertanian. Pasokan gabah yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung operasional RMP, sehingga pembangunan sarana hilir dapat berjalan seimbang dengan penguatan produksi di tingkat petani.

Baca Juga  Firdaus Ajak Desa dan Kecamatan Bersinergi Sukseskan Program Rumah Layak Huni

“Pengolahan hasil panen padi diharapkan dapat dilakukan di Kalteng sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati di daerah sendiri. Upaya ini juga perlu diimbangi dengan menjaga produktivitas sektor hulu agar produksi padi dapat berkelanjutan,” ungkapnya.

Kotim dipilih sebagai salah satu lokasi strategis pembangunan RMP karena memiliki potensi produksi padi yang perlu terus dikembangkan. Kecamatan Teluk Sampit diharapkan dapat memperoleh manfaat dari keberadaan fasilitas ini, terutama dalam mendukung kebutuhan pengolahan gabah dari petani setempat.

Selain itu, RMP direncanakan dapat mendukung pengolahan hasil panen dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Katingan dan Seruyan. Jangkauan pelayanan yang lebih luas diharapkan membuka akses pengolahan bagi petani lintas daerah, sekaligus membantu memperlancar distribusi hasil pertanian.

Fasilitas penggilingan padi modern juga diharapkan dapat mengurangi kendala yang dihadapi petani dalam mengolah hasil panen. Dengan tersedianya sarana pengolahan di wilayah yang lebih dekat, proses penanganan gabah berpeluang menjadi lebih efisien. Meski begitu, keberhasilan operasionalnya tetap membutuhkan pengelolaan yang baik serta dukungan pasokan gabah secara berkesinambungan.

Baca Juga  Arton Sebut FBIM Sebagai Representasi Penting Simbol Identitas Budaya dan Motor Ekonomi Rakyat

Wakil Bupati Kotim, Irawati, menyambut positif pembangunan RMP di Kecamatan Teluk Sampit. Ia berharap fasilitas itu dapat mendukung pengembangan pertanian setempat, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lahan agar produksi padi terus meningkat.

“Potensi lahan pertanian di Kotim, khususnya Teluk Sampit, perlu dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan produksi serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tandas Irawati.

Pembangunan RMP di Lampuyang diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kalteng. Dengan penyelesaian pembangunan sesuai target, fasilitas ini diharapkan dapat mulai dimanfaatkan pada 2027 untuk menunjang pengolahan hasil panen serta memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts