EKONOMI & BISNISHEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

BI Upayakan Beras Premium Dijual di Bawah HET di Kalteng

11
×

BI Upayakan Beras Premium Dijual di Bawah HET di Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala KPwBI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan upaya menjaga keterjangkauan harga beras melalui penambahan pasokan dan fasilitasi distribusi pangan.

PALANGKA RAYA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah menyiapkan 150 ton beras premium untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Pasokan tersebut direncanakan disalurkan ke Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan beras menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Hal ini karena harga beras berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga menjadi perhatian utama. Saat ini, pasokan baru dapat didatangkan dari luar daerah, yakni Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaannya, kami mengupayakan agar beras tersebut dapat dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi,” kata Yuliansah, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, penambahan pasokan beras dari Sulawesi Selatan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tiga wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Tengah. Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat, terutama ketika harga komoditas pangan berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

Baca Juga  Kepengurusan Baru BAZNAS Kalteng Resmi Dilantik, Wagub Ajak Perkuat Sinergi dan Transparansi

Untuk mendukung keterjangkauan harga, BI Kalteng turut memfasilitasi jasa angkutan pangan melalui program Fasilitas Distribusi Angkutan Pangan. Fasilitasi ini membantu proses pengiriman beras dari daerah pemasok menuju wilayah sasaran distribusi.

Yuliansah menjelaskan, biaya transportasi menjadi salah satu aspek penting dalam penyaluran pangan dari luar daerah. Melalui dukungan angkutan tersebut, biaya pengiriman diharapkan tidak menambah beban berlebihan terhadap harga jual, sehingga beras yang didatangkan tetap dapat dipasarkan dengan harga terjangkau.

Sinergi BI dan Bulog ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan, mulai dari pengadaan hingga pendistribusian ke daerah tujuan. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BI Kalteng juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya gubernur dan wakil gubernur, dalam menjaga ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga  UPR Terima Bantuan Masker dan Vitamin Hadapi Karhutla

Yuliansah berharap upaya bersama ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui penyediaan 150 ton beras premium dan fasilitasi distribusi ke tiga wilayah IHK, ketersediaan beras diharapkan semakin terjaga dan tekanan harga dapat diminimalkan.

“Dengan aksi yang dilakukan ini diharapkan bisa meminimalkan beban yang dirasakan oleh masyarakat di tengah bencana kabut asap seperti sekarang ini, terutama dari sisi harga komoditas,” tutup Yuliansah. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts