HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemprov Kalteng Kerahkan 16.387 Personel Tangani Karhutla

9
×

Pemprov Kalteng Kerahkan 16.387 Personel Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Personel gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, dalam upaya percepatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan. Langkah tersebut diperkuat dengan pengerahan ribuan personel serta dukungan armada udara untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

“Penanganan karhutla melibatkan 16.387 personel gabungan dengan dukungan sembilan unit helikopter serta tujuh unit pesawat yang digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca dan patroli udara,” demikian disampaikan, baru-baru ini.

Personel gabungan berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, organisasi perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota, Satpol PP, Inspektorat, Relawan Masyarakat Peduli Api, hingga tim pemadam dari perusahaan swasta yang bekerja sama dalam penanganan di lapangan.

Berdasarkan laporan harian Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah, tercatat 8.048 titik panas dan 55 kejadian karhutla dalam satu hari. Luas lahan yang terbakar mencapai 139,81 hektare dengan luasan penanganan pemadaman yang dilaporkan setara dengan luas area terdampak.

Baca Juga  Musrenbang Kecamatan Bukit Batu Fokuskan Pembangunan Berkelanjutan

Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Seruyan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas yang cukup tinggi. Secara kumulatif, deteksi hotspot sejak awal tahun terus mengalami peningkatan sehingga memerlukan pengawasan dan penanganan yang lebih intensif.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan langkah penanganan dan mitigasi untuk meminimalkan dampak karhutla, terutama terhadap kelompok masyarakat rentan, serta menjaga pelayanan publik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” demikian dijelaskan.

Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga memengaruhi kesehatan masyarakat dan sektor pendidikan. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih tergolong tinggi, sementara sebanyak 223 sekolah di berbagai kabupaten dan kota menerapkan pembelajaran jarak jauh. Pemerintah juga menyiagakan 253 rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.

Sejumlah daerah telah menetapkan status kedaruratan sesuai kondisi masing-masing. Kabupaten Seruyan dan Lamandau menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Kabupaten Pulang Pisau menetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan, sedangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memberlakukan Status Tanggap Darurat Karhutla guna memperkuat koordinasi lintas sektor.

Analisis meteorologi menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar. Untuk itu, penanganan terus diperkuat melalui operasi darat, operasi udara, penegakan hukum, serta Operasi Modifikasi Cuaca. Helikopter water bombing diterjunkan ke sejumlah wilayah prioritas, termasuk Seruyan Hilir dan Taman Nasional Tanjung Puting, sementara pesawat penyemaian dry ice dioperasikan untuk meningkatkan peluang hujan.

Baca Juga  Kalteng Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Digitalisasi Pembelajaran Jadi Sorotan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Sinergi antara pemerintah, Satgas Gabungan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla sehingga dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas sosial ekonomi dapat terus ditekan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts