EKONOMI & BISNISHEADLINE

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya Punya Andil Terbesar Inflasi di Kalteng

8
×

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya Punya Andil Terbesar Inflasi di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok tersebut mengalami kenaikan sebesar 9,57 persen, tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng mengatakan kenaikan inflasi tahunan di Kalimantan Tengah dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan harga yang terjadi secara merata di berbagai sektor konsumsi masyarakat, baru-baru ini.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar berikutnya setelah perawatan pribadi dan jasa lainnya. BPS mencatat kelompok ini mengalami kenaikan sebesar 7,12 persen, mencerminkan meningkatnya biaya yang berkaitan dengan aktivitas mobilitas masyarakat.

“Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 9,57 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 7,12 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,69 persen,” ujar Toto.

Baca Juga  Semangat PKK Ditegaskan Selvi Ananda di Samarinda

Selain tiga kelompok utama tersebut, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami inflasi sebesar 2,68 persen. Kenaikan pada kelompok ini turut memberikan kontribusi terhadap terbentuknya inflasi tahunan di Kalimantan Tengah.

BPS juga mencatat kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen. Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat sebesar 1,93 persen.

Kelompok pendidikan ikut mencatat inflasi sebesar 1,86 persen. Adapun kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen, sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki meningkat sebesar 1,54 persen.

“Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi sebesar 1,37 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan meningkat sebesar 0,37 persen,” kata Toto.

Secara keseluruhan, BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan pada Juli 2026 sebesar 4,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,87. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan perkembangan harga barang dan jasa di daerah.

Baca Juga  Pemkab Katingan Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Sosial Lewat Audiensi Bersama Pelaku Usaha

“Perkembangan inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam memantau dinamika harga barang dan jasa di masyarakat,” tandas Toto. (Red/Adv)

+ posts