HEADLINEKARHUTLAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Karhutla Meluas, 10.700 Personel Gabungan Bergerak Tangani 63 Kejadian di Kalteng

137
×

Karhutla Meluas, 10.700 Personel Gabungan Bergerak Tangani 63 Kejadian di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng terus diperkuat menyusul masih munculnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng bersama unsur gabungan bergerak melakukan pemadaman, pembasahan, penyekatan hingga pemantauan lokasi rawan.

Dalam kurun waktu 24 jam, tercatat 63 kejadian Karhutla berhasil ditangani dengan luasan lahan mencapai 115,35 hektare (Ha). Operasi penanganan berlangsung melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan dan unsur terkait lainnya.

Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Kalteng per 17 September 2026, Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan luasan pemadaman terbesar, yakni 24,87 Ha dari sembilan kejadian.

Seruyan berada pada urutan berikutnya dengan luasan 20,25 Ha dari enam kejadian. Pulang Pisau mencatat 14,50 Ha dari lima kejadian, disusul Kapuas 14,20 Ha dari delapan kejadian.

Sementara itu, Barito Utara menangani 12 Ha dari empat kejadian dan Katingan 10 Ha dari tiga kejadian. Penanganan juga dilakukan di Barito Selatan dengan luasan 4,37 Ha, Kotawaringin Barat 3,50 Ha, Gunung Mas 3 Ha, serta Kota Palangka Raya 2 Ha.

Wilayah lain yang turut melakukan penanganan yakni Sukamara dengan 1,10 Ha, Lamandau 0,50 Ha, Barito Timur 0,05 Ha dan Murung Raya 0,06 Ha.

Baca Juga  Karhutla Kalteng 2026 Turun 99,62 Persen Dibandingkan 1997

Besarnya cakupan operasi mendorong pengerahan sumber daya dalam jumlah besar. Sebanyak 10.700 personel gabungan disiapkan dan dikerahkan di berbagai wilayah untuk mendukung upaya penanganan Karhutla.

Dukungan udara juga digunakan dalam operasi. Enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/patroli turut mendukung kegiatan di lapangan, terutama dalam pemantauan maupun membantu percepatan penanganan pada lokasi yang membutuhkan dukungan.

Tidak hanya unsur satgas, 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalteng juga mengambil bagian dalam pemadaman dan penyekatan. Hingga saat ini, jajaran OPD telah melaksanakan 504 kegiatan dengan total area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 Ha.

BPBPK Kalteng terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor agar pengerahan personel dan sarana dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemantauan juga diarahkan ke wilayah yang memiliki potensi kebakaran sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat ketika muncul titik api.

Berdasarkan informasi BMKG Kalteng, masyarakat masih perlu mewaspadai kondisi Karhutla dan sebaran asap. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sedangkan asap dilaporkan menyebar ke beberapa wilayah di Kalimantan hingga lintas batas menuju negara tetangga.

Baca Juga  TP PKK Palangka Raya Kukuhkan Ketua Pembina Posyandu, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Keluarga

Kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah juga dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Di saat bersamaan, kondisi lahan yang kering hingga sangat kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Situasi itu menjadi perhatian dalam pengendalian Karhutla. Pemantauan titik panas, penyekatan area rawan dan pembasahan lahan terus dilakukan untuk mencegah api berkembang serta mengurangi risiko terhadap masyarakat.

BPBPK Kalteng bersama Pemprov Kalteng dan seluruh unsur terkait terus menjalankan penanganan secara terpadu. Langkah tersebut mencakup pemadaman, pemantauan, penyekatan, pengerahan sumber daya serta koordinasi lintas sektor untuk menekan luasan kebakaran dan menjaga keselamatan masyarakat maupun petugas. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts