EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Program PEKA Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat

16
×

Program PEKA Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Palangka Raya dan Rumah BUMN Palangka Raya menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi penerima manfaat.

“Melalui Program PEKA, kami ingin memastikan Penerima Manfaat tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga memperoleh dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya,” terang Satriyo, baru-baru ini.

Program tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta mitra strategis untuk mendukung kemandirian dan peningkatan kesejahteraan penerima manfaat. Kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta pengembangan keterampilan usaha.

“Program PEKA merupakan salah satu upaya memberikan nilai tambah bagi Penerima Manfaat melalui pemberdayaan yang mendukung kemandirian ekonomi,” terang Satriyo.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, indeks literasi keuangan mencapai 73,06 persen atau berada di atas rata-rata nasional, sedangkan indeks inklusi keuangan tercatat 93,23 persen.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Kalteng Agendakan Penutupan Masa Sidang III Tahun Sidang 2022

“Pemahaman dalam mengelola keuangan dan keterampilan berwirausaha menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi,” terang Amandus.

Kegiatan PEKA juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan dan perencanaan keuangan bagi penerima manfaat. Selain itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal agar penggunaan produk dan layanan keuangan dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.

“Penerima Manfaat perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan terencana, serta memastikan setiap produk atau layanan keuangan yang digunakan telah berizin,” terang Ika.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pemahaman mengenai program BPJS Ketenagakerjaan dan Aplikasi Perisai sebagai sarana memperluas kepesertaan serta akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Rumah BUMN Palangka Raya kemudian menyampaikan materi kewirausahaan dan pengembangan usaha yang dilanjutkan dengan praktik pengolahan produk.

“Penerima Manfaat perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan terencana, serta memastikan setiap produk atau layanan keuangan yang digunakan telah berizin agar terhindar dari risiko kerugian dan aktivitas keuangan ilegal,” terang Ika.

Baca Juga  Rapat Perdana DPRD Kalteng Mengagendakan Pembentukan Tim Penyusunan Jadwal dan Tata Tertib

Melalui rangkaian edukasi dan praktik tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan sekaligus mengembangkan keterampilan usaha yang dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Sinergi OJK, BPJS Ketenagakerjaan, Rumah BUMN, dan pemerintah daerah juga akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem pemberdayaan agar penerima manfaat semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing, “tandas Ika. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts