DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Delapan Titik Reses di Kapuas, Muhajirin Bawa Aspirasi Warga soal Air Bersih dan Karhutla

4
×

Delapan Titik Reses di Kapuas, Muhajirin Bawa Aspirasi Warga soal Air Bersih dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin.

PALANGKA RAYA – Ketersediaan air bersih menjadi persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin, saat melaksanakan reses di sejumlah desa di Kapuas, beberapa waktu lalu.

Dari delapan titik yang dikunjungi, warga menyampaikan berbagai kebutuhan mendasar, mulai dari akses air bersih, persoalan gagal panen, hingga dukungan peralatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Reses kemarin ada delapan titik. Fokusnya di desa-desa yang memang banyak masalah dan keluhan,” kata Muhajirin, Senin (7/9/2026).

Kegiatan reses menjadi kesempatan bagi Muhajirin untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang muncul di tingkat desa. Dari pertemuan dengan warga, persoalan air menjadi kebutuhan yang paling mendesak untuk mendapat perhatian.

Masyarakat di sejumlah desa masih mengalami keterbatasan dalam memperoleh air bersih. Kondisi itu membuat warga mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari delapan titik itu, keluhan yang paling banyak pertama masalah air, kemudian gagal panen, lalu hal-hal lain yang berkaitan dengan kebakaran. Mereka juga meminta bantuan peralatan,” ujarnya.

Muhajirin mengatakan persoalan air sudah berlangsung cukup lama. Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menjadi satu-satunya solusi yang dapat menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat pedesaan.

Karena itu, pembangunan sumur bor menjadi salah satu bentuk bantuan yang banyak diharapkan warga.

“Untuk masalah air, selain PDAM, persoalan ini memang sudah terjadi sejak dulu. Sekarang masyarakat lebih banyak meminta bantuan sumur bor,” jelasnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, FPRB Palangka Raya Dikukuhkan

Kebutuhan air bersih tidak hanya berkaitan dengan konsumsi rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas masyarakat di desa. Ketersediaan sumber air yang memadai akan membantu warga menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah, terutama bagi wilayah yang belum memiliki akses layanan air secara optimal.

Selain air bersih, aspirasi mengenai gagal panen juga muncul dalam sejumlah pertemuan. Persoalan ini menjadi perhatian karena hasil pertanian berkaitan langsung dengan pendapatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi keluarga.

Warga berharap ada perhatian dan dukungan agar persoalan yang memengaruhi hasil pertanian dapat ditangani secara bertahap.

Aspirasi lain berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Warga meminta dukungan peralatan pemadam yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran di lingkungan desa. Ketersediaan sarana pemadaman di tingkat masyarakat diharapkan mempercepat tindakan awal sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

“Mereka banyak meminta peralatan pemadam. Saya juga mendorong mereka untuk bisa mengantisipasi dan menangani persoalan itu,” kata Muhajirin.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan. Kesiapan warga menjadi penting karena penanganan pada tahap awal dapat membantu mengurangi risiko kebakaran meluas, khususnya ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya karhutla.

Sementara itu, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari pembicaraan bersama masyarakat.

Muhajirin menyebut warga memahami adanya keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan dalam waktu bersamaan.

Baca Juga  Sosialisasi Disiplin dan Anti Korupsi ASN Ditekankan Pemko Palangka Raya

Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tetap mendapat perhatian secara bertahap, termasuk akses jalan menuju kawasan handil dan gang-gang permukiman. Perbaikan akses transportasi diperlukan untuk mendukung mobilitas warga serta memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.

“Kalau untuk jalan, mereka sebenarnya menyadari pemerintah juga memiliki keterbatasan. Konsentrasi pemerintah saat ini banyak di kota. Namun, masyarakat yakin suatu saat perhatian pemerintah akan kembali turun ke wilayah handil-handil dan gang-gang,” ungkapnya.

Muhajirin menegaskan, berbagai aspirasi yang dihimpun dalam reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui DPRD Kalteng.

Ia berharap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dukungan bagi sektor pertanian, kesiapan menghadapi karhutla, dan pembangunan infrastruktur dapat terus mendapat perhatian dalam agenda pembangunan.

Reses tidak hanya menjadi sarana menyampaikan program, tetapi juga ruang untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi dari delapan titik diharapkan dapat menjadi masukan dalam mendorong kebijakan pembangunan yang lebih menyentuh kebutuhan warga hingga ke tingkat desa. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts