HEADLINEKESEHATANLIFE STYLENASIONAL

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Diperkuat

13
×

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Diperkuat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – BPJS Kesehatan terus memperkuat mutu pelayanan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seiring semakin luasnya cakupan kepesertaan. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah pelayanan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh manfaat kesehatan yang optimal serta perlindungan dari risiko finansial ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia. Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, baru-baru ini.

Menurut Prihati, meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan menjadi indikator semakin terbukanya akses masyarakat terhadap Program JKN. Kondisi tersebut juga tercermin dari bertambahnya fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yang pada 1 September 2026 mencapai 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 7.180 sarana penunjang.

“Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik,” kata Prihati.

Baca Juga  BPBD Kalteng Tegaskan Komitmen Wujudkan Provinsi Bebas Kabut Asap 2025

Penguatan mutu layanan menjadi semakin penting mengingat sepanjang 2014–2025 BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan untuk membayar pelayanan kesehatan. Besarnya pembiayaan tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap JKN, khususnya bagi peserta yang membutuhkan pengobatan berbiaya mahal atau menjalani perawatan dalam waktu panjang.

“Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN,” ujar Prihati.

Untuk mengapresiasi fasilitas kesehatan yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan Seva Paramahita Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada fasilitas kesehatan yang dinilai berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN, sekaligus diharapkan menjadi contoh penerapan praktik baik bagi fasilitas kesehatan lainnya.

“Peluncuran wajah baru BPJS SATU serta penandatanganan kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk semakin memperkuat pengalaman peserta serta membangun koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kualitas,” tutur Prihati.

Baca Juga  Diduga Dipicu Cekcok, Rumah dan Warung di Hampalit Ludes Terbakar

Selain penguatan mutu pelayanan, BPJS Kesehatan juga memperkuat pengalaman peserta melalui peluncuran wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Di sisi pembiayaan, koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan dilakukan melalui Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), yang memungkinkan peserta memperoleh manfaat kenaikan kelas perawatan melalui koordinasi pembiayaan tanpa menanggung biaya di luar ketentuan.

“Transformasi mutu layanan harus berjalan bersama dengan perluasan akses. Kita ingin memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, aman, berkualitas, serta sesuai kebutuhan medis, sehingga JKN terus memberikan perlindungan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat,” tandas Prihati. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts