HEADLINE

BPBPK Kalteng Tangani 63 Karhutla, Padamkan 115,35 Hektare Lahan

36
×

BPBPK Kalteng Tangani 63 Karhutla, Padamkan 115,35 Hektare Lahan

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 63 kejadian karhutla berhasil ditangani dengan total luasan lahan mencapai 115,35 hektare.

Penanganan tersebut dilaksanakan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan personel gabungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan, serta unsur terkait lainnya.

Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman api, tetapi juga pembasahan dan penyekatan untuk mencegah kebakaran meluas. Pemantauan terhadap lokasi yang berpotensi kembali terbakar juga terus dilakukan sebagai bagian dari operasi penanganan karhutla.

Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 17 September 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat luasan pemadaman terbesar, yakni 24,87 hektare dari sembilan kejadian.

Kabupaten Seruyan berada berikutnya dengan 20,25 hektare dari enam kejadian. Kemudian Pulang Pisau mencapai 14,50 hektare dari lima kejadian, Kapuas 14,20 hektare dari delapan kejadian, Barito Utara 12 hektare dari empat kejadian, dan Katingan 10 hektare dari tiga kejadian.

Penanganan juga berlangsung di sejumlah daerah lainnya. Barito Selatan mencatat 4,37 hektare, Kotawaringin Barat 3,50 hektare, Gunung Mas 3 hektare, Kota Palangka Raya 2 hektare, Sukamara 1,10 hektare, Lamandau 0,50 hektare, Barito Timur 0,05 hektare, serta Murung Raya 0,06 hektare.

Baca Juga  Gubernur Kalteng Sidak Jalan Lintas Pulang Pisau-Palangka Raya, Temukan Truk ODOL

Untuk mempercepat operasi di berbagai wilayah, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Penanganan turut diperkuat enam unit helikopter dan satu unit pesawat OMC/patroli guna mendukung kegiatan operasional di lapangan.

Selain satuan tugas yang berada di lokasi kebakaran, sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah juga terlibat aktif dalam kegiatan pemadaman dan penyekatan. Hingga saat ini, jajaran OPD telah melaksanakan 504 kegiatan dengan total area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 hektare.

BPBPK Kalteng juga memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pengerahan personel, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta penanganan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Langkah tersebut dilakukan agar sumber daya dapat bergerak secara terpadu sesuai kondisi di lapangan.

Di sisi lain, informasi BMKG Kalimantan Tengah menunjukkan kondisi karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai. Titik panas terpantau di sejumlah wilayah, sementara asap dilaporkan menyebar hingga beberapa provinsi di Kalimantan dan melintasi batas menuju negara tetangga.

Baca Juga  Hap Baperdu Apresiasi Langkah Pemko Percantik Kota Palangkaraya

Jarak pandang di sejumlah wilayah juga dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Situasi tersebut menjadi perhatian dalam operasi penanganan. Pemantauan titik panas dan kawasan rawan terus dilakukan untuk memperkuat pencegahan serta mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Secara terpadu, BPBPK Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh unsur terkait terus menjalankan pemadaman, pembasahan, penyekatan, pemantauan titik panas, serta pengerahan sumber daya. Upaya ini diarahkan untuk menekan luasan karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan petugas yang bekerja di lapangan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts