AKADEMIKAHEADLINE

FKIP UPR Bentuk Mahasiswa Baru yang Berdampak bagi Masyarakat

25
×

FKIP UPR Bentuk Mahasiswa Baru yang Berdampak bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) mengarahkan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, M.Pd., mewakili Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M., mengatakan pelaksanaan PKKMB tingkat fakultas tahun ini memiliki sejumlah program yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dengan memasukkan kegiatan sosial sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru. “Kita ingin menjadikan mahasiswa baru ini menjadi mahasiswa FKIP Berdampak. Kegiatan PKKMB FKIP UPR besok akan menghadirkan beberapa mitra dari panti asuhan dan mendapatkan sumbangan dari 853 mahasiswa baru berupa alat tulis, pakaian layak pakai, dan juga sembako. Hal tersebut salah satu program dari FKIP Berdampak kepada masyarakat,” kata Fendahapsari, baru-baru ini.

Menurut Fendahapsari, mahasiswa baru tidak hanya perlu memahami lingkungan akademik, struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, organisasi, dan kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga harus mulai mengenal tanggung jawab sosial sejak memasuki dunia perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan menjadi sarana bagi FKIP UPR untuk menanamkan nilai kepedulian melalui pengalaman langsung yang dapat membangun kepekaan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

Selain kegiatan sosial, PKKMB FKIP UPR juga memuat pembekalan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai tiga dosa dalam lingkungan pendidikan, yakni perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi, sehingga mahasiswa baru memiliki pengetahuan mengenai berbagai bentuk tindakan yang tidak dapat dibenarkan selama menjalani kehidupan akademik.

Baca Juga  SNLIK 2026 Dinilai Penting Hadapi Kompleksitas Keuangan Digital

Fendahapsari mengatakan materi tersebut diberikan sejak awal agar mahasiswa baru memahami batasan perilaku dan etika yang harus dijaga selama berada di lingkungan perguruan tinggi. “Kita juga memberikan pemahaman mengenai tiga dosa, yaitu perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Kemudian ada juga materi mengenai pungutan liar dan gratifikasi,” ujarnya.

Pembekalan dalam PKKMB FKIP UPR turut diperluas dengan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk memperkuat edukasi tersebut, FKIP UPR menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai mitra yang memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai dampak dan risiko penyalahgunaan narkoba.

Selain BNN, FKIP UPR melibatkan Tim Zona Integritas untuk memberikan sosialisasi mengenai berbagai layanan kepada mahasiswa. Fendahapsari menyebut keterlibatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru mengenali layanan yang tersedia sekaligus membangun budaya akademik yang transparan, tertib, dan berintegritas sejak awal masa pendidikan.

Dalam pelaksanaan PKKMB 2026, FKIP UPR juga memastikan kegiatan berlangsung tanpa praktik perploncoan. Fakultas telah bersepakat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UPR agar seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan humanis, sehingga mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus tanpa mengalami tekanan atau perlakuan yang berpotensi merugikan.

Fendahapsari menegaskan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pengenalan kehidupan kampus karena mahasiswa baru perlu memperoleh pengalaman awal yang positif selama memasuki lingkungan perguruan tinggi. “Di dalam PKKMB ini kita juga menyelipkan materi terkait penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng mitra dari BNN. Kami ingin mahasiswa baru mendapatkan pembekalan yang utuh, baik mengenai kehidupan akademik maupun tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Debat Publik Ketiga Pilgub Kalteng 2024 Berlangsung Dinamis, Masyarakat Semakin Antusias Menentukan Pilihan

Pada PKKMB FKIP UPR 2026, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 853 orang atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 mahasiswa. Meski demikian, Fendahapsari menyebut FKIP UPR tetap menjadi salah satu fakultas yang memiliki tingkat minat masyarakat tinggi, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan di bidang keguruan dan ilmu pendidikan. “Alhamdulillah, FKIP UPR masih menduduki peringkat pertama dalam hal minat masyarakat untuk berkuliah,” tandas Fendahapsari. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts