EKONOMI & BISNISHEADLINEPASAR MODALPEMKAB KOTAWARINGIN BARATPEMPROV KALIMANTAN TENGAHSEKTOR LAYANAN JASA KEUANGAN

OJK dan BEI Perkuat Literasi Pasar Modal Masyarakat di Kotawaringin Barat

26
×

OJK dan BEI Perkuat Literasi Pasar Modal Masyarakat di Kotawaringin Barat

Sebarkan artikel ini

PANGKALAN BUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah bagi anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kotawaringin Barat serta Sekolah Pasar Modal bagi karyawan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026 untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi yang aman dan legal.

Program edukasi tersebut sekaligus mendukung target peningkatan inklusi keuangan melalui pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) di Kalimantan Tengah sepanjang 2026. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pasar modal, tetapi juga didorong untuk mulai berinvestasi pada instrumen yang legal, diawasi, serta sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi pasar modal memerlukan sinergi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Pasar modal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan aset secara produktif, namun harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, bijak dalam berinvestasi, serta terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal dan penipuan keuangan,” terang Ika, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga  Meriahkan Idulfitri 1446 H, Wali Kota Palangka Raya Hadiri Gema Pawai Takbir

Menurutnya, edukasi yang berkesinambungan menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat memiliki kemampuan mengambil keputusan investasi secara rasional. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengenali produk investasi yang legal sekaligus menghindari berbagai modus penawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan.

Dalam kegiatan tersebut, Asisten Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti, memberikan materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan berbagai modus penipuan keuangan. Materi tersebut menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sebelum memulai investasi.

Selanjutnya, Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, menyampaikan materi mengenai pasar modal dan beragam instrumen investasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, perwakilan perusahaan sekuritas memperkenalkan aplikasi online trading sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai analisis saham sebagai bekal bagi calon investor.

Rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Anggota MES Kabupaten Kotawaringin Barat maupun karyawan BPR aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun portofolio investasi, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali penawaran investasi ilegal yang masih marak terjadi.

Interaksi tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk memahami dunia investasi secara lebih mendalam. Selain memperoleh materi teoritis, peserta juga mendapatkan gambaran praktis mengenai mekanisme investasi di pasar modal sehingga diharapkan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Sinergi Pemerintah dan IBI Perkuat Layanan Kesehatan Kota

Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah dan Sekolah Pasar Modal ini, OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama BEI Kalimantan Tengah berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya memahami pasar modal, tetapi juga berani memulai investasi secara aman, legal, dan berorientasi jangka panjang. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan di Kalimantan Tengah. (Red/ADV)

+ posts