HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Dishut Kalteng Percepat Penanganan Karhutla di Petuk Ketimpun

20
×

Dishut Kalteng Percepat Penanganan Karhutla di Petuk Ketimpun

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan kecepatan respons dan sinergi antarpihak. Upaya tersebut kembali dilakukan di wilayah Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, yang masih memiliki titik api dan berada pada kawasan dengan kondisi lahan gambut yang rawan terbakar.

“Tim gabungan kembali melakukan penanganan karhutla di wilayah Petuk Ketimpun untuk menindaklanjuti titik api yang sebelumnya masih tersisa. Pemadaman dilakukan sekaligus untuk membatasi penjalaran api dan mencegah kebakaran meluas,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining, baru-baru ini.

Personel Dalkarhutla dan pemadaman darat Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng dikerahkan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Petuk Ketimpun serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Provinsi Kalteng. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengendalian api di lapangan.

“Petugas melakukan pemadaman sekaligus membatasi penjalaran api dan melaksanakan pendinginan. Hingga kegiatan berakhir pukul 13.12 WIB, area yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 0,62 hektare,” ujarnya.

Baca Juga  PWI Nilai Program Perumahan untuk Wartawan Jadi Bukti Negara Hadir

Kondisi vegetasi di sekitar lokasi turut menjadi perhatian petugas karena kawasan tersebut ditumbuhi semak belukar dan pakis-pakisan. Selain itu, terdapat akasia, galam, sawit, dan karet yang dapat menjadi bahan bakar ketika terkena api, sementara karakter lahan gambut memungkinkan api menjalar dengan cepat.

“Untuk mendukung operasi, petugas menggunakan mobil single cabin Dalkarhutla, mesin pompa Honda WL, mesin pompa Mini Striker, selang hisap dan selang tembak, nozzle jet dan spray, serta peralatan pendukung lainnya,” katanya.

Ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pemadaman. Petugas memanfaatkan parit yang berada tidak jauh dari titik kebakaran untuk memenuhi kebutuhan air selama operasi, sehingga proses pemadaman dan pendinginan dapat terus dilakukan.

“Sumber air untuk pemadaman berasal dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi. Di sekitar titik kebakaran juga terdapat tanah kosong dengan jarak sekitar satu meter, parit berair sekitar dua meter, serta akses jalan sekitar 200 meter,” tuturnya.

Kondisi tersebut membantu petugas menjangkau lokasi dan mengoptimalkan peralatan pemadaman yang dikerahkan. Meski demikian, penanganan tetap dilakukan secara intensif karena api pada lahan gambut dapat kembali muncul apabila bara dan titik panas belum sepenuhnya didinginkan.

Baca Juga  Setiap Desa Hendaknya Terhubung Infrastruktur Jalan Memadai

“Kecepatan penanganan dan kekompakan di lapangan menjadi kunci. Setiap titik kebakaran harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts