HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Sumber Air Terbatas Jadi Kendala Pemadaman Karhutla Kalteng

10
×

Sumber Air Terbatas Jadi Kendala Pemadaman Karhutla Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni.

PALANGKA RAYA – Keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena ketersediaan air sangat menentukan efektivitas operasi pemadaman, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau petugas.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah untuk mempercepat penanganan karhutla, selain mengandalkan pengerahan pasukan darat. Upaya tersebut dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk memanfaatkan dukungan teknologi untuk membantu mengendalikan kebakaran, baru-baru ini.

“Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan apabila terdapat awan yang memungkinkan untuk disemai. Kalau ada awan semai, sedikit pun secara teknis bisa disemai, kita akan lakukan,” ucap Raja Juli.

Menurut dia, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan ketika kondisi atmosfer memungkinkan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan hujan di wilayah yang membutuhkan dukungan untuk mengatasi kebakaran dan mengurangi potensi meluasnya titik api.

Baca Juga  Jelang Debat Perdana, Willy-Habib Siapkan Sejumlah Gagasan Terukur dan Aplikatif 

“Selain modifikasi cuaca, pemerintah juga mengandalkan operasi pemadaman dari udara menggunakan water bombing. Sejumlah helikopter telah dimobilisasi untuk membantu pemadaman dari udara,” tambahnya.

Raja Juli menjelaskan, dukungan armada udara dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan. Apabila kondisi karhutla membutuhkan tambahan kekuatan, pemerintah dapat meningkatkan jumlah armada yang dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dari udara.

“Apabila kebutuhan masih bertambah, jumlah armada juga dapat ditingkatkan,” katanya.

Di sisi lain, pasukan darat tetap menjadi kekuatan utama dalam penanganan karhutla. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran.

“Namun, persoalan sumber air masih menjadi kendala di lapangan. Karena itu, pembangunan sumur bor dan pemanfaatan sumber air lainnya menjadi bagian penting dalam mendukung operasi pemadaman,” lanjut Raja Juli.

Baca Juga  Usung Visi-Misi Kalteng Hebat, Koyem-SHD Ditetapkan Dapat Nomor Urut 2

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat. Pemerintah juga terus memperkuat langkah pemadaman sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

“Ini memang salah satu kendalanya sumber air. Dalam hal ini juga meminta masyarakat tidak menambah risiko kebakaran dengan membuka lahan menggunakan api di tengah kondisi cuaca yang kering,” tandas Raja. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts