DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAHPOLITIK

Warga Langkai Usulkan Tujuh Sumur Bor untuk Antisipasi Kebakaran

10
×

Warga Langkai Usulkan Tujuh Sumur Bor untuk Antisipasi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, saat menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan sumur bor untuk antisipasi kebakaran di Langkai.

PALANGKA RAYA – Kebutuhan sarana air untuk mengantisipasi kebakaran menjadi salah satu aspirasi utama warga Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, saat menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh dalam reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Warga mengusulkan pembangunan sumur bor beserta mesin pompa pada sejumlah titik sebagai sarana pendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Usulan tersebut disampaikan warga dari beberapa wilayah RT dan RW dengan jumlah kebutuhan yang berbeda.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, ketersediaan sarana air menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di lingkungan yang memiliki keterbatasan sumber air untuk penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Usulan sumur bor dan mesin yang disampaikan warga merupakan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan keselamatan lingkungan. Ketersediaan sumber air dapat membantu masyarakat melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran, sehingga aspirasi ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Senin (24/8/2026).

Salah satu usulan disampaikan Bambang, Ketua RW 17 Langkai kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM. Ia menyampaikan kebutuhan sumur bor beserta mesin pada sekitar dua titik. Menurutnya, sumur yang tersedia di kawasan tersebut telah berusia sekitar lima hingga enam tahun sehingga membutuhkan perhatian.

Selain kebutuhan sumur bor, Bambang juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain terkait lingkungan, yakni semenisasi Jalan S. Parman, Gang Simponi dan Gang Patra. Warga juga mengusulkan perbaikan drainase di dekat Pasar PU yang tembus hingga Gang Sepakat untuk memperbaiki aliran pembuangan.

Aspirasi serupa disampaikan Jamalun, warga RT 01/RW 08 Langkai, kawasan belakang Alin Foto. Ia menyampaikan kebutuhan sumur bor beserta mesin pada tiga titik sebagai langkah antisipasi kebakaran karena sarana tersebut belum tersedia sama sekali di wilayahnya.

Baca Juga  Unsur Pimpinan Definitif DPRD Kota Palangkaraya periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Jamalun juga menyampaikan persoalan pembangunan lingkungan yang menurutnya telah diusulkan hingga musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang selama sekitar 10 tahun, tetapi belum mendapatkan bantuan. Salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian adalah jalan titian di belakang Alin yang mengalami kerusakan hingga terputus.

Sementara itu, Safi’i, Ketua RT 01/RW 13 Langkai, mengusulkan pembangunan sumur bor sebanyak dua titik di Gang Buntu. Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kebutuhan sarana air sekaligus kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

Selain kebutuhan sumur bor, Safi’i menyampaikan usulan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang kurang lebih 300 meter. Aspirasi tersebut melengkapi kebutuhan peningkatan infrastruktur lingkungan yang disampaikan warga dalam kegiatan reses.

Kebutuhan sarana pendukung penanganan kebakaran juga disampaikan Suprianto, Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis. Ia menyampaikan bahwa anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang terlibat dalam pemadaman api setiap hari menggunakan anggaran pribadi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak hanya membutuhkan keterlibatan masyarakat, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Ketersediaan sumur bor dan mesin pompa dinilai dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap penanganan awal di lingkungan warga.

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat sebagai bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat harus dilihat berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan skala prioritas pembangunan.

Baca Juga  Pelatihan SNLIK 2026 Mantapkan Kesiapan Petugas Survei Kalimantan Tengah

“Aspirasi warga tentang sumur bor ini cukup jelas, karena menyangkut kebutuhan sumber air dan kesiapsiagaan lingkungan. Kami akan mencatat kebutuhan pada masing-masing titik, termasuk jumlah yang diusulkan warga, kemudian melihat mekanisme dan kemampuan anggaran agar dapat diperjuangkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas, menyebut penyediaan sarana air untuk kesiapsiagaan kebakaran merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat di tingkat lingkungan.

Secara keseluruhan, warga Langkai mengusulkan sekitar tujuh titik sumur bor beserta mesin, yakni sekitar dua titik di wilayah RW 17, tiga titik di RT 01/RW 08, serta dua titik di RT 01/RW 13. Usulan tersebut menjadi bagian dari aspirasi warga yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pembangunan secara bertahap.

Ketersediaan sumber air di tingkat lingkungan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat, terutama ketika terjadi kebakaran. Aspirasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menjaga keselamatan lingkungan. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts