EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

OJK Kalteng Perkuat Budaya Menabung Pelajar Sejak Dini

7
×

OJK Kalteng Perkuat Budaya Menabung Pelajar Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Palangka Raya. Kegiatan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” sebagai upaya memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.

Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, menyampaikan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman yang relevan bagi peserta didik dalam memahami pengelolaan keuangan serta membangun kebiasaan menabung. “Kami menyambut baik pelaksanaan Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Palangka Raya. Edukasi seperti ini penting untuk membekali peserta didik dengan pemahaman yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebiasaan mengelola dan menabung dapat tumbuh sejak usia sekolah,” terang Ranny, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengenal pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dan praktis. Berdasarkan data Simpanan Pelajar (SimPel) secara akumulatif hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 53.530 rekening dengan total nominal simpanan mencapai Rp20,56 miliar di Kota Palangka Raya. Data itu mencerminkan semakin tumbuhnya partisipasi pelajar dalam membangun budaya menabung sejak dini.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan literasi dan inklusi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kecakapan keuangan generasi muda. “Literasi dan inklusi keuangan memiliki arti yang sangat penting. Kebiasaan menabung menjadi pintu masuk yang sederhana untuk membangun kecakapan tersebut. Momentum Hari Indonesia Menabung menjadi pengingat bahwa budaya menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah,” terang Primandanu.

Baca Juga  Pendidikan di Kalteng Harus Dibenahi, Kuwu Senilawati Minta Pemda Lakukan Evaluasi Pengelolaan Dana BOS di Semua Sekolah

Dalam pelaksanaannya, edukasi keuangan dikemas secara interaktif melalui mini games yang mengajak peserta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Peserta juga dikenalkan metode pengelolaan keuangan 40-30-20-10 serta diajak menentukan skala prioritas dalam mengelola keuangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Primandanu menilai upaya membangun kecakapan keuangan sejak sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Karena itu, mari bersinergi menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya secara finansial,” ujarnya.

Selain edukasi mengenai pengelolaan keuangan, LJK di Provinsi Kalimantan Tengah turut memberikan pemahaman mengenai Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai sarana menabung yang mudah dan terjangkau bagi pelajar. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif dan interaktif sehingga peserta dapat mengenali manfaat menabung sekaligus memahami pentingnya mengelola uang secara bijak.

Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 menjadi bagian dari sinergi OJK, LJK, dan satuan pendidikan dalam memperluas pemahaman keuangan di kalangan generasi muda. “Kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi bagian dari kecakapan dalam mengelola keuangan dan membangun kemandirian generasi muda,” jelas Primandanu.

Baca Juga  Pemkab Katingan Anugerahkan Penghargaan Desa Berprestasi HUT RI

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas literasi dan inklusi keuangan secara merata, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui pemahaman yang diperoleh sejak dini, peserta didik diharapkan mampu menerapkan pengelolaan keuangan secara lebih baik serta memiliki kebiasaan menabung sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.

OJK bersama LJK dan satuan pendidikan berkomitmen melanjutkan upaya menumbuhkan budaya menabung dan kecakapan keuangan sejak usia sekolah. “Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam mengelola masa depan finansialnya,” tandas Primandanu. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts