DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Faridawaty Soroti Kebutuhan Ruang Rawat Inap Puskesmas Tangkiling

8
×

Faridawaty Soroti Kebutuhan Ruang Rawat Inap Puskesmas Tangkiling

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, meninjau pelayanan Puskesmas Tangkiling dalam kunjungan reses perseorangan.

PALANGKARAYA – Kebutuhan ruang rawat inap menjadi salah satu persoalan penting yang disoroti Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh saat melakukan kunjungan reses perseorangan ke Puskesmas Tangkiling, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.

Kebutuhan tersebut dinilai mendesak karena Puskesmas Tangkiling memiliki aktivitas pelayanan yang cukup tinggi. Setiap hari, fasilitas kesehatan tersebut melayani sekitar 40 hingga 50 pasien serta menjalankan pelayanan unit gawat darurat (UGD) selama 24 jam.

Selain melayani pasien harian, Puskesmas Tangkiling juga menerima banyak pasien rujukan dari luar kota. Namun, tingginya kebutuhan pelayanan tersebut belum didukung dengan keberadaan ruang rawat inap yang memadai.

Faridawaty mengatakan pembangunan ruang rawat inap menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut juga diperlukan agar Puskesmas Tangkiling dapat berkembang menjadi puskesmas kota dengan standar pelayanan kesehatan yang baik.

“Puskesmas Tangkiling membutuhkan rehabilitasi bangunan yang rusak dan pembangunan ruang rawat inap. Kebutuhannya harus disesuaikan dengan standar Kementerian Kesehatan, sehingga Puskesmas Tangkiling bisa menjadi puskesmas kota dan memberikan standar layanan kesehatan yang baik,” kata Faridawaty, Kamis (27/08/2026).

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini menilai kebutuhan ruang rawat inap tidak dapat dipisahkan dari tingginya beban pelayanan yang dihadapi Puskesmas Tangkiling. Dengan jumlah pasien mencapai 40 hingga 50 orang per hari dan UGD yang beroperasi 24 jam, fasilitas pelayanan harus mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Infinix Zero 5G 2023: Mengoptimalkan Pengalaman Menonton dan Bermain Game dengan 5G

Kondisi tersebut semakin penting karena Puskesmas Tangkiling tidak hanya melayani masyarakat di wilayah sekitarnya, tetapi juga menerima pasien rujukan dari luar kota. Ketiadaan ruang rawat inap membuat kapasitas pelayanan menjadi terbatas ketika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Faridawaty juga menyoroti kondisi bangunan utama Puskesmas Tangkiling yang telah digunakan sejak 2007. Sementara itu, puskesmas tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.300 meter persegi. Kondisi bangunan dan kebutuhan pelayanan yang terus berkembang dinilai perlu diimbangi dengan pembenahan fasilitas.

Menurut Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas tersebut, peningkatan fasilitas kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama harus memiliki sarana yang memadai agar masyarakat memperoleh pelayanan secara layak dan optimal.

Dalam kunjungan reses tersebut, aspirasi mengenai ruang rawat inap juga menjadi bagian dari kebutuhan pengembangan Puskesmas Tangkiling. Usulan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sebelumnya telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan.

Faridawaty mengatakan pihaknya berharap usulan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Kementerian Kesehatan.

“Usulan ini sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Kami meminta agar dibantu untuk didorong realisasinya, dari Pemerintah Kota ke Kementerian Kesehatan, karena kebutuhan ruang rawat inap ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan fasilitas Puskesmas Tangkiling diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih optimal. Terlebih, keberadaan UGD 24 jam dan tingginya jumlah pasien menunjukkan bahwa puskesmas tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga  Edy Pratowo Sambut Kakanwil Ditjenpas Baru, Harapkan Lahir Inovasi Pemasyarakatan di Kalteng

Selain ruang rawat inap, pembenahan bangunan juga menjadi kebutuhan karena terdapat bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi diperlukan agar fasilitas pelayanan dapat mendukung aktivitas tenaga kesehatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang berobat.

Faridawaty berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut secara menyeluruh. Pembangunan ruang rawat inap dan rehabilitasi bangunan diharapkan dapat memperkuat kapasitas Puskesmas Tangkiling, sehingga pelayanan kesehatan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat ke depan.

Dengan tingginya jumlah pasien harian, pelayanan UGD selama 24 jam, serta adanya pasien rujukan dari luar kota, kebutuhan ruang rawat inap menjadi bagian penting dalam peningkatan pelayanan Puskesmas Tangkiling. Faridawaty berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, layak dan berkualitas. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts