DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Akses Jalan Menteng XII Dikeluhkan Warga, Dikhawatirkan Hambat Pemadam Kebakaran

4
×

Akses Jalan Menteng XII Dikeluhkan Warga, Dikhawatirkan Hambat Pemadam Kebakaran

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh berdialog dengan warga saat reses di Menteng XII, Kota Palangka Raya, Rabu (26/8/2026).

PALANGKARAYA – Kondisi jalan yang kurang baik di kawasan Menteng XII, Kota Palangka Raya, dikeluhkan warga karena tidak hanya mengganggu mobilitas sehari-hari, tetapi juga dikhawatirkan menghambat kendaraan pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran pada musim kemarau.

Persoalan tersebut disampaikan warga dalam kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), di Menteng XII, RT 06/RW 08, Rabu (26/8/2026).

Warga Jalan Menteng, Rendy Pratama, mengatakan kawasan Jalan G. Obos dan sekitarnya kerap menghadapi kejadian kebakaran ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses jalan yang kurang baik dapat menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian.

“Jalan G. Obos dan sekitarnya sering terjadi kebakaran pada musim kemarau. Namun, akses jalan yang masih kurang baik dapat menyulitkan kendaraan pemadam untuk masuk ketika terjadi kebakaran,” kata Rendy.

Menurut Rendy, persoalan akses jalan perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam situasi normal maupun kondisi darurat. Jalan yang memadai diperlukan agar mobilitas warga tetap berjalan sekaligus memberikan akses bagi kendaraan pelayanan ketika terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan cepat.

Keluhan mengenai kondisi jalan juga disampaikan warga lainnya dalam pertemuan tersebut. Ketua RT 06/RW 08, Dedy Indarto, menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan di kawasan Menteng XII, termasuk dari Blok H hingga Kampung Rahayu, sudah sekitar empat tahun belum dilakukan pengaspalan.

“Perbaikan dan pengerasan jalan menjadi kebutuhan warga karena jalan dari Blok H sampai Kampung Rahayu sudah sekitar empat tahun tidak diaspal. Kondisi jalan tersebut tentu perlu mendapatkan perhatian agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih nyaman,” kata Dedy.

Selain persoalan jalan, warga juga mengeluhkan belum memadainya drainase di sejumlah kawasan. Dedy mengatakan masyarakat selama ini bahkan melakukan swadaya untuk menyewa excavator guna membersihkan parit agar saluran air tetap berfungsi dan risiko banjir dapat dikurangi.

Baca Juga  Pelatihan Keterampilan Pembuatan Roti Perkuat Kapasitas UMKM Palangka Raya

“Menteng XII merupakan kawasan yang rawan banjir sehingga masyarakat secara swadaya menyewa excavator untuk mencuci atau membersihkan parit. Kegiatan itu dilakukan sekitar tiga tahun sekali karena saluran air harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan genangan,” ujarnya.

Dedy menambahkan, kebutuhan drainase menjadi semakin penting karena Jalan Embang 1 sampai Jalan Embang 7 belum memiliki drainase. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena persoalan jalan dan drainase saling berkaitan dengan kondisi lingkungan masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan Leo, warga Rahayu II. Ia memasukkan perbaikan jalan dan pembangunan drainase sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Selain itu, ia juga menyampaikan persoalan penerangan jalan umum (PJU), antrean bahan bakar minyak (BBM), serta krisis listrik yang dirasakan masyarakat.

Sukiyatno, warga Jalan Tilung, juga menyampaikan kebutuhan peningkatan jalan dan pembangunan drainase. Ia mengatakan kawasan Menteng XII hingga Menteng 22 berpotensi mengalami banjir ketika memasuki musim hujan sehingga infrastruktur jalan dan drainase perlu mendapat perhatian secara bersamaan.

Sementara itu, Pondan, warga Jalan Embang 1, menilai masyarakat RT 06/RW 08 memiliki semangat gotong royong yang kuat dalam menangani berbagai persoalan lingkungan. Menurutnya, kekompakan tersebut perlu didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana jalan serta drainase yang memadai untuk memberikan kenyamanan bagi warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan persoalan jalan, drainase, dan akses bagi kendaraan pelayanan darurat merupakan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Reses menjadi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan melihat persoalan yang mereka hadapi. Jalan yang baik bukan hanya untuk menunjang mobilitas warga, tetapi juga memastikan kendaraan pelayanan, termasuk pemadam kebakaran, dapat menjangkau lokasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” kata Faridawaty, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga  Peluang 1 Juta Formasi Guru Belum Optimal, DPRD Kalteng Minta Penjelasan Instansi Terkait

Ia mengatakan aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang dimiliki sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur dasar harus diperhatikan karena manfaatnya dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari sekaligus dalam menghadapi kondisi darurat.

“Ketika terjadi kebakaran, akses kendaraan pemadam menjadi sangat penting. Karena itu, persoalan jalan tidak boleh hanya dilihat dari sisi kenyamanan, tetapi juga dari aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Faridawaty menambahkan, persoalan banjir juga menunjukkan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan drainase secara berkelanjutan. Ia menilai upaya swadaya masyarakat membersihkan parit merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi kebutuhan infrastruktur dasar tetap memerlukan perhatian pemerintah sesuai kewenangannya.

“Semangat gotong royong masyarakat harus terus dijaga. Namun, masyarakat juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai agar upaya menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada swadaya,” katanya.

Dalam kegiatan reses tersebut, FDA juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta untuk kas RT 06/RW 08. Bantuan itu diperuntukkan bagi kebutuhan tanah urug, kebersihan drainase, kegiatan ibu-ibu warga, serta kebutuhan lainnya.

Aspirasi warga Menteng XII menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jalan dan pembangunan drainase tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan permukiman. Infrastruktur tersebut juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir dan memastikan akses kendaraan pelayanan darurat, termasuk pemadam kebakaran, tetap terbuka ketika masyarakat membutuhkan penanganan cepat. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts