EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

OJK Bekali Generasi Muda Kelola Keuangan Sejak Dini

8
×

OJK Bekali Generasi Muda Kelola Keuangan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku OJK Dicky Kartikoyono

PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) yang kali ini digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, Kota Serang. Kegiatan bertema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future” tersebut diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pentingnya menabung, berinvestasi, menggunakan layanan keuangan digital secara aman, serta mengelola keuangan secara mandiri untuk membangun kesejahteraan pada masa mendatang.

“Generasi muda saat ini merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital, namun kecakapan digital tidak secara otomatis berarti kecakapan finansial. Semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, baru-baru ini.

Dicky menjelaskan, semakin banyak produk dan layanan keuangan yang tersedia bagi masyarakat harus diimbangi kemampuan mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab. Generasi muda juga perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus mulai membangun kebiasaan investasi sejak dini agar pengelolaan keuangan tidak sekadar mengikuti tren yang berkembang di lingkungan maupun media sosial.

“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” ujar Dicky.

Baca Juga  OJK Berharap Pesantren Jadi Motor Penggerak Inklusi Keuangan Syariah

Ia menambahkan, pemahaman finansial yang baik juga dapat membantu generasi muda menghindari perilaku Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengambil keputusan keuangan. Kemampuan tersebut semakin penting seiring berkembangnya berbagai layanan keuangan digital yang menawarkan kemudahan akses, tetapi pada saat yang sama menghadirkan risiko kejahatan dan penyalahgunaan informasi apabila tidak disertai kehati-hatian.

“Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi OJK Provinsi Banten melalui berbagai program literasi keuangan dapat membangun generasi muda Banten yang bukan hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, menjaga dirinya dari kejahatan keuangan, dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Banten,” ujar Gubernur Banten Andra Soni.

Andra Soni menilai perkembangan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Menurutnya, generasi muda perlu mewaspadai beragam modus kejahatan keuangan digital, seperti phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga modus yang memanfaatkan teknologi digital dan rekayasa sosial.

“Gen Z, kita-kita ini semua, teman-teman, adalah generasi yang sangat rentan terhadap masalah-masalah di keuangan. Contoh FOMO, kita ini sangat rentan terhadap pengambilan keputusan investasi yang impulsif karena mau ikut-ikutan. Belum lagi, kita ini juga sangat rentan terhadap aktivitas ilegal,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa.

Baca Juga  Firdaus Pandang Pariwisata Jadi Motor Baru Pembangunan

Annisa mengingatkan generasi muda agar memiliki dana darurat, menerapkan manajemen keuangan yang baik, menghindari utang konsumtif, serta memahami kebutuhan dan kondisi diri sebelum mulai berinvestasi. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan uang dingin untuk investasi dan memperoleh informasi mengenai sektor jasa keuangan dari sumber yang telah tervalidasi agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan risiko yang tidak dipahami.

“Gen Z harus mulai membangun fondasi pengelolaan keuangan sebelum berinvestasi atau memilih produk keuangan lainnya, sehingga akses yang semakin luas terhadap layanan keuangan benar-benar dapat memberikan manfaat dan mendukung masa depan finansial yang lebih baik,” tandas Annisa. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts