HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hotspot Karhutla Kalteng Meningkat Jadi 2.484 Titik

9
×

Hotspot Karhutla Kalteng Meningkat Jadi 2.484 Titik

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan pembaruan harian hotspot periode 3–10 September 2026, tercatat sebanyak 2.484 titik panas pada 10 September 2026.

“Data menunjukkan jumlah hotspot pada 10 September meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 2.340 titik. Bahkan, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 8 September yang berada di angka 950 titik,” ucap Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Agustan mengatakan, perkembangan titik panas terus menjadi perhatian dalam upaya pemantauan dan penanganan karhutla di wilayah Kalteng. Peningkatan tersebut menjadi indikator penting bagi petugas untuk memperkuat kewaspadaan, khususnya di daerah yang masih mencatat jumlah hotspot cukup tinggi.

“Sementara itu, Barito Selatan tercatat 19 titik, Barito Timur 6 titik, Barito Utara 1 titik, dan Murung Raya 12 titik,” tambah Agustan.

Pada 10 September, Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Kalteng, yakni mencapai 748 titik. Selanjutnya, Kota Palangka Raya sebanyak 355 titik, Kotawaringin Timur 239 titik, Kotawaringin Barat 211 titik, Seruyan 208 titik, Kapuas 187 titik, Katingan 189 titik, Lamandau 143 titik, Sukamara 138 titik, serta Gunung Mas 28 titik.

Baca Juga  Generasi Muda Palangka Raya Didorong Jadi Agen Perubahan Demokrasi

“Kalau melihat perkembangan sejak 3 September, jumlah hotspot memang mengalami fluktuasi. Pada 3 September tercatat 3.552 titik, kemudian meningkat menjadi 4.436 titik pada 4 September dan 5.357 titik pada 5 September,” lanjutnya.

Jumlah hotspot kemudian mencapai angka tertinggi dalam periode pemantauan tersebut pada 6 September dengan 5.746 titik. Setelah itu, jumlahnya menurun cukup tajam menjadi 1.824 titik pada 7 September dan kembali turun menjadi 950 titik pada 8 September, sebelum kembali meningkat dalam dua hari berikutnya.

“Jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 2.340 titik pada 9 September dan menjadi 2.484 titik pada 10 September,” tuturnya.

Agustan menjelaskan, data hotspot yang dipantau memiliki tingkat kepercayaan medium-high dan menjadi salah satu indikator dalam mendukung penanganan karhutla. Pemantauan terhadap perubahan jumlah titik panas dilakukan untuk membantu menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pengendalian kebakaran.

Baca Juga  Buka Pasar Murah Ramadan, Gubernur Kalteng Bantu Ringankan Beban Mahasiswa

“Data hotspot tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium-high dan menjadi salah satu indikator yang terus dipantau dalam penanganan karhutla,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan terus memperkuat pemantauan dan penanganan di lapangan, terutama pada wilayah yang masih menunjukkan jumlah hotspot cukup tinggi. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan kondisi Kalteng yang masih berada dalam status tanggap darurat karhutla.

“Saat ini, Kalteng juga masih berada dalam Status Tanggap Darurat Karhutla yang berlaku 31 Agustus hingga 29 September 2026. Penanganan dan pemantauan akan terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts