EKONOMI & BISNISHEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

BI Kalteng Perkuat Pasokan Beras untuk Kendalikan Inflasi

14
×

BI Kalteng Perkuat Pasokan Beras untuk Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Bank Indonesia Kalimantan Tengah bersama Perum Bulog menyiapkan pasokan 150 ton beras premium untuk menjaga ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga di wilayah IHK Kalteng

PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah bersinergi dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menyiapkan 150 ton beras premium untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah. Pasokan tersebut direncanakan didistribusikan ke tiga wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas.
Kegiatan yang berlangsung di Gudang Bulog, Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya, Selasa (13/10/2026) pagi ini, merupakan bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan beras masyarakat di wilayah sasaran dapat terpenuhi, sekaligus membantu menjaga kestabilan harga di tengah tekanan inflasi yang masih menjadi perhatian.
Kepala KPwBI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan perkembangan inflasi di wilayah tersebut masih relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Beras menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga, sehingga penambahan pasokan diperlukan untuk menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, Selasa (13/10/2026).
“Ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga menjadi perhatian utama. Saat ini, pasokan baru dapat didatangkan dari luar daerah, yakni Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaannya, kami mengupayakan agar beras tersebut dapat dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi,” kata Yuliansah.
Menurut dia, pengadaan beras dari Sulawesi Selatan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan di wilayah IHK Kalimantan Tengah. Tambahan pasokan tersebut juga menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat, terutama ketika harga komoditas pangan berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Bank Indonesia Kalteng turut memfasilitasi jasa angkutan pangan melalui program Fasilitas Distribusi Angkutan Pangan. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu proses pengiriman beras dari daerah pemasok menuju wilayah sasaran distribusi, sehingga penyaluran dapat berjalan lebih lancar dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap.
Yuliansah menjelaskan, dukungan terhadap biaya angkutan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keterjangkauan harga beras. Dengan adanya fasilitasi distribusi, biaya pengiriman diharapkan tidak menjadi tambahan beban yang berlebihan terhadap harga jual, sehingga beras yang didatangkan dari luar daerah tetap dapat dipasarkan dengan harga yang terjangkau.
Sinergi Bank Indonesia dan Bulog tersebut merupakan bagian dari penguatan rantai pasok pangan, mulai dari pengadaan hingga pendistribusian ke daerah tujuan. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Bank Indonesia Kalteng juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya gubernur dan wakil gubernur, atas dukungan dalam menjaga ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Kerja sama lintas instansi dinilai penting untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yuliansah berharap upaya bersama tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah kondisi kabut asap.
Melalui penyediaan 150 ton beras premium dan dukungan distribusi ke Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kabupaten Kapuas, ketersediaan beras di wilayah sasaran diharapkan semakin terjaga dan tekanan harga dapat diminimalkan.
“Dengan aksi yang dilakukan ini diharapkan bisa meminimalkan beban yang dirasakan oleh masyarakat di tengah bencana kabut asap seperti sekarang ini, terutama dari sisi harga komoditas,” tutup Yuliansah. (Red/Adv)

Facebook Comments Box

Baca Juga  UPR Terima Bantuan Masker dan Vitamin Hadapi Karhutla
+ posts