EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Luas Panen Padi Kalteng 2026 Turun, Produksi Justru Tetap Meningkat

12
×

Luas Panen Padi Kalteng 2026 Turun, Produksi Justru Tetap Meningkat

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah memperkirakan luas panen padi sepanjang 2026 mencapai 90,42 ribu hektare. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 6,73 ribu hektare atau 6,93 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 97,15 ribu hektare. Meski demikian, produksi padi justru diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng., menyampaikan data tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) periode Oktober 2026 di ruang Vicon Kantor BPS Kalimantan Tengah, Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 6, Kota Palangka Raya.

“Pada 2026, luas panen padi diperkirakan mencapai 90,42 ribu hektare dengan produksi padi sebanyak 335,28 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2026 mencapai 199,16 ribu ton,” ucapnya, Senin (2/11/2026).

BPS mencatat produksi padi pada 2026 diperkirakan mencapai 335,28 ribu ton GKG. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,85 ribu ton atau 0,55 persen dibandingkan produksi tahun 2025 yang sebesar 333,43 ribu ton GKG. Peningkatan produksi juga berdampak pada naiknya estimasi produksi beras untuk konsumsi penduduk menjadi 199,16 ribu ton atau bertambah 1,10 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga  Bapenda Palangka Raya Gelar Pengawasan Terpadu Pajak Daerah

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen Januari hingga September 2026 mencapai 87,22 ribu hektare. Sementara itu, potensi panen pada Oktober hingga Desember diperkirakan sekitar 3,21 ribu hektare sehingga total luas panen sepanjang tahun diperkirakan mencapai 90,42 ribu hektare.

Puncak panen padi pada 2026 terjadi pada Agustus dengan luas panen mencapai 17,59 ribu hektare. Pada bulan yang sama, produksi padi tertinggi tercatat sekitar 70,58 ribu ton GKG, sedangkan produksi terendah diperkirakan terjadi pada Desember sekitar 0,56 ribu ton GKG.

Secara wilayah, tiga daerah dengan produksi padi GKG tertinggi pada 2026 diperkirakan berada di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan. Sebaliknya, produksi terendah diperkirakan berada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Murung Raya.

BPS juga mencatat terdapat sejumlah daerah yang mengalami penurunan produksi cukup besar, antara lain Kabupaten Lamandau, Barito Utara, dan Kotawaringin Barat. Di sisi lain, peningkatan produksi cukup signifikan terjadi di Kabupaten Gunung Mas, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Murung Raya.

Baca Juga  Dorong Pemkot Kembangkan Pariwisata Daerah

Dalam penyusunan data tersebut, BPS menggunakan metode Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang sejak 2018 diterapkan untuk menghitung luas panen secara objektif. Pengamatan dilakukan setiap bulan menggunakan titik sampel tetap sehingga dapat memperkirakan potensi produksi hingga tiga bulan ke depan sebagai dasar perencanaan tata kelola pangan.

BPS menegaskan bahwa angka luas panen dan produksi Januari–Desember 2026 masih berstatus angka sementara karena mencakup realisasi hingga September dan potensi Oktober–Desember. Data tersebut masih berpeluang berubah setelah seluruh hasil pengamatan KSA dan Survei Ubinan Subround III 2026 selesai dihimpun. Secara umum, rilis ini menunjukkan bahwa meskipun luas panen mengalami penurunan, produktivitas mampu menjaga peningkatan produksi padi dan beras di Kalimantan Tengah sepanjang 2026. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts