DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Teknologi Dinilai Efektif Kenalkan Budaya Lokal Secara Lebih Luas

14
×

Teknologi Dinilai Efektif Kenalkan Budaya Lokal Secara Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai Nasdem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh,

PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana pelestarian sekaligus promosi budaya daerah. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat menjadi instrumen yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kemajuan teknologi dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Senin (23/06/2026).

Ketua DPW Partai Nasdem Kalimantan Tengah itu menilai derasnya arus globalisasi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman terhadap keberlangsungan budaya daerah. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan identitas budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional melalui berbagai platform digital yang kini mudah diakses masyarakat.

Menurut Faridawaty, generasi muda memiliki keunggulan dalam kreativitas serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

“Gen Z memiliki keunggulan dalam kreativitas dan penguasaan teknologi. Jika diarahkan ke hal positif, mereka bisa menjadi motor utama dalam menjaga dan memajukan warisan budaya kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini tersedia banyak ruang digital yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya daerah dengan pendekatan yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter generasi muda. Berbagai platform media sosial, aplikasi kreatif, hingga teknologi digital lainnya membuka peluang besar untuk mengemas budaya dalam bentuk yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai aslinya.

Baca Juga  OJK Dorong Perbankan Daerah dan Syariah untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Menurutnya, karya kreatif berbasis digital dapat menjadi jembatan yang menghubungkan budaya tradisional dengan generasi masa kini. Melalui pendekatan tersebut, budaya lokal dapat disajikan secara lebih relevan sehingga mudah dipahami, diminati, dan diterima oleh masyarakat luas.

Faridawaty mencontohkan sejumlah karya yang dapat dikembangkan generasi muda untuk memperkenalkan budaya daerah. Bentuknya dapat berupa video pendek bertema budaya, musik tradisional yang dikemas secara modern, ilustrasi digital, hingga permainan edukatif yang mengangkat unsur kearifan lokal.

“Banyak anak muda yang sudah mulai menampilkan seni tari, musik etnik, maupun kuliner khas daerah lewat konten digital. Cara ini sangat efektif memperkenalkan budaya hingga ke luar negeri,” tambahnya.

Ia menilai perkembangan teknologi telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi budaya daerah untuk dikenal oleh masyarakat global. Melalui pemanfaatan media digital secara kreatif, berbagai kekayaan budaya lokal dapat menjangkau audiens yang sebelumnya sulit dicapai melalui metode promosi konvensional.

Selain itu, Faridawaty menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan keterlibatan generasi muda di bidang seni dan budaya. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas, pelatihan, serta ruang kreatif yang memungkinkan anak muda mengembangkan kemampuan dan gagasan mereka.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas kreatif akan memperkuat upaya pelestarian budaya di era digital. Semakin banyak ruang yang tersedia bagi generasi muda untuk berkarya, maka semakin besar pula peluang budaya daerah untuk berkembang dan dikenal secara luas.

Baca Juga  Pemda Diminta Perhatikan Kelayakan Sarpras kesehatan di Pelosok

Faridawaty menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan berarti menolak modernisasi. Justru dengan memadukan kemajuan teknologi dan kearifan lokal, budaya dapat terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

“Kalau teknologi bisa digunakan untuk hiburan, maka seharusnya juga bisa digunakan untuk menjaga jati diri bangsa. Dengan begitu, budaya kita tidak hanya bertahan, tetapi berkembang bersama zaman,” tutupnya.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Dengan kreativitas generasi muda serta dukungan berbagai pihak, budaya lokal memiliki peluang besar untuk terus lestari sekaligus dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. (Red/ADV)

+ posts