AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hingga Juli 2026, QRIS Kalimantan Tengah Hampir Capai 20 Juta Transaksi 

11
×

Hingga Juli 2026, QRIS Kalimantan Tengah Hampir Capai 20 Juta Transaksi 

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Pembukaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Tengah terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Juli 2026, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat jumlah transaksi QRIS di wilayah tersebut hampir mencapai 20 juta transaksi. Capaian ini menjadi indikator semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital oleh masyarakat di berbagai sektor.

Data tersebut disampaikan Deputi Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino, saat membuka kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Sabtu. Menurutnya, pertumbuhan transaksi tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan sistem pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien.

Satria mengatakan, pencapaian hampir 20 juta transaksi merupakan perkembangan yang menggembirakan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang mendekati 2,9 juta jiwa. Meski demikian, Bank Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan penggunaan QRIS tidak hanya meningkat dari sisi jumlah transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari.

“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang mendekati 2,9 juta penduduk, angka ini cukup luar biasa. Namun tantangan ke depan adalah menjadikan QRIS sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata Satria Febrino, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, penguatan penggunaan QRIS menjadi salah satu fokus Bank Indonesia dalam mendorong transformasi digital sistem pembayaran. Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, penggunaan QRIS juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi sekaligus memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat.

Baca Juga  Ferry Khaidir Resmi Nahkodai PTMSI Kalteng

Menurut Satria, peningkatan transaksi QRIS tidak terlepas dari berbagai program edukasi dan literasi yang terus dilakukan Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan. Upaya tersebut bertujuan membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat sistem pembayaran digital sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tersebut tidak hanya dikemas sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai kebijakan Bank Indonesia terkait digitalisasi sistem pembayaran kepada generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai QRIS, BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia (KKI), elektronifikasi transaksi, program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, manajemen risiko, pelindungan konsumen, kebijakan sistem pembayaran, transportasi, hingga pengembangan sektor kuliner berbasis transaksi digital.

Satria menilai, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan QRIS di Kalimantan Tengah. Selain memahami kebijakan sistem pembayaran digital, peserta juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang memperkenalkan manfaat transaksi non-tunai kepada masyarakat maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga  September 2024, Penyaluran Kredit Perbankan Kalteng Capai Rp49,51 Trilyun

Ia juga berharap perkembangan transaksi QRIS yang terus meningkat dapat diikuti dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran alternatif, tetapi berkembang menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi sehari-hari.

Melalui pertumbuhan transaksi yang hampir mencapai 20 juta hingga Juli 2026, Bank Indonesia optimistis ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Tengah akan semakin kuat. Dukungan edukasi berkelanjutan, partisipasi generasi muda, serta meningkatnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dan UMKM diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan di provinsi tersebut. (Red/ADV)

+ posts