HEADLINEHUKUM & PERISTIWAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Antisipasi Musim Kemarau, Satgas Karhutla Kalteng Maksimalkan Patroli Udara dan Pencegahan di Lapangan

8
×

Antisipasi Musim Kemarau, Satgas Karhutla Kalteng Maksimalkan Patroli Udara dan Pencegahan di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Satgas Karhutla saat melakukan pemadaman api.

PALANGKA RAYA – Memasuki periode musim kemarau yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Satgas Karhutla Kalteng meningkatkan kesiapsiagaan melalui Operasi Siaga Darurat Bencana Karhutla. Langkah ini dilakukan dengan memadukan patroli udara, pemadaman darat, normalisasi kanal, serta sosialisasi masif kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Upaya terpadu ini menjadi bagian dari strategi penanganan Karhutla yang selama ini diterapkan Pemprov Kalteng untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas perekonomian.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini hingga penanganan cepat di lokasi kejadian.

Oleh karena itu, seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapan personel di lapangan.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari patroli udara, water bombing, pemadaman darat, hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini,” katanya, Selasa (28/7/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran bersama menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kejadian Karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat curah hujan mulai menurun.

Operasi Siaga Darurat dipimpin Kepala Bidang Operasi Satgas Karhutla, Alpius Patanan, bersama Wakil Manager Operasi Japalmen Rajagukguk. Keduanya mengoordinasikan pelaksanaan operasi yang melibatkan berbagai unsur, baik dari instansi pemerintah maupun relawan kebencanaan.

Baca Juga  Leonard S. Ampung: Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Rumah Keberagaman

Dalam mendukung pengawasan dari udara, Satgas mengerahkan dua pesawat patroli, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU. Armada ini bertugas memantau titik panas serta memberikan informasi secara cepat kepada tim darat untuk dilakukan penanganan.

Sementara itu, dua helikopter water bombing, yakni SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU, tetap berada dalam kondisi siaga. Kehadiran armada udara ini menjadi elemen penting dalam menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Selain armada udara, Satgas menempatkan 15 regu pemadaman di Desa Tumbang Nusa, Kelurahan Kameloh Baru, dan Pos Komando. Penempatan personel di titik-titik strategis diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Sebanyak 20 regu gabungan lainnya difokuskan untuk melakukan normalisasi saluran kanal di kawasan Tumbang Nusa. Kegiatan ini bertujuan menjaga pasokan air di lahan gambut dan mengurangi risiko penyebaran api ke wilayah yang lebih luas.

Pelaksanaan operasi melibatkan BPBPK Kalteng, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Posko Krisis Karhutla. Seluruh personel bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan kesiapan tetap terjaga sepanjang masa siaga darurat.

Tak hanya fokus pada penanganan kebakaran, Satgas juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui siaran keliling. Empat regu diterjunkan ke sejumlah titik di Kota Palangka Raya dan sekitarnya, meliputi Jalan Bakung Merang, Jalan Batu Banama, Jalan Cilik Riwut, Jalan Mahir Mahar, Kalampangan, hingga Desa Bereng Bengkel.

Baca Juga  NU Siapkan Klinik Jadi Rumah Sakit, Warga Didorong Alihkan BPJS

Materi sosialisasi mencakup larangan pembakaran lahan, bahaya kabut asap terhadap kesehatan, khususnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kemunculan titik api. Pembagian masker dan leaflet juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Seluruh kegiatan operasi mendapat dukungan dari bidang perencanaan, logistik dan peralatan, administrasi dan keuangan, serta Media Center/PPID untuk memastikan setiap tahapan penanganan berjalan efektif dan transparan.

Dengan penguatan patroli, kesiapsiagaan personel, serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemprov Kalteng optimistis pengendalian Karhutla pada musim kemarau tahun ini dapat berjalan lebih baik dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan. (adv)

+ posts