DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Pemerataan Pembangunan Rakumpit Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng

7
×

Pemerataan Pembangunan Rakumpit Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota DPRD Kalimantan Tengah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Agi.

PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Agi kembali menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran Kota Palangka Raya. Penegasan tersebut disampaikan setelah dirinya melaksanakan reses perseorangan selama delapan hari di daerah pemilihannya dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya di Kecamatan Rakumpit.

“Masih terdapat sejumlah desa tertinggal di Kecamatan Rakumpit yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah,” kata Agi, baru-baru ini.

Selama pelaksanaan reses, Agi mengunjungi sejumlah kelurahan di Kecamatan Rakumpit, yakni Kenarakan, Pager, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Berunai, Bukit Suha, dan Muku Baru. Dari hasil kunjungan tersebut, persoalan infrastruktur dasar menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat.

“Masyarakat masih kesulitan karena akses jalan dan jembatan rusak. Ini membuat mereka terisolasi dan menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” ujarnya.

Menurut Agi, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masih terdapat desa yang tertinggal di wilayah Kota Palangka Raya yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus pusat pemerintahan. Ia menilai pembangunan seharusnya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Baca Juga  Kalteng Expo 2025 Jadi Wadah Promosi dan Inovasi Daerah

“Tidak seharusnya di ibu kota provinsi masih ada desa yang tertinggal. Pemerintah perlu memastikan seluruh warga, termasuk di Rakumpit, mendapatkan akses pembangunan yang setara,” tegasnya.

Selain kondisi jalan dan jembatan, Agi juga menyoroti tingginya biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat Rakumpit untuk menuju pusat Kota Palangka Raya. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi beban tambahan, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan maupun mengurus keperluan penting lainnya.

“Untuk satu kali perjalanan saja, biaya transportasi bisa mencapai dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah. Ini beban berat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Agi menilai percepatan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Rakumpit akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, kemudahan akses layanan publik, hingga peningkatan kualitas hidup warga. Seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan terus diperjuangkan agar menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Saya akan kawal hasil reses ini sampai ke Gubernur dan dinas teknis. Kita ingin masyarakat Rakumpit bisa merasakan manfaat pembangunan sebagaimana warga di pusat kota. Sudah saatnya Palangka Raya tumbuh secara menyeluruh. Tidak boleh ada lagi wilayah yang tertinggal, karena membangun dari pinggiran adalah kunci keadilan pembangunan,” tandas Agi. (Red/Adv)

Baca Juga  Junaidi: Keamanan Lingkungan Dimulai dari Kepedulian Masyarakat
+ posts