HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Penghargaan Dunia Jadi Titik Awal, Pemprov Kalteng Perluas Layanan Stroke hingga Daerah Terpencil

9
×

Penghargaan Dunia Jadi Titik Awal, Pemprov Kalteng Perluas Layanan Stroke hingga Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Raihan World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status yang diterima RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi tonggak penting bagi penguatan layanan kesehatan di Kalteng.

Pemprov menegaskan keberhasilan itu akan diikuti dengan percepatan pembangunan sistem pelayanan stroke yang lebih merata hingga menjangkau kabupaten, kota, bahkan desa.

Komitmen itu disampaikan Pj Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden, saat mewakili Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke Kalteng di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu (5/8/2026).

Linae menyampaikan bahwa penghargaan internasional yang diraih RSUD dr. Doris Sylvanus bukan hanya menjadi kebanggaan dunia kesehatan, tetapi juga mengangkat nama Kalteng di tingkat internasional.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemacu lahirnya berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang semakin cepat, modern, dan mudah diakses masyarakat.

“Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut sejalan dengan visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat.

Program tersebut menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari berobat gratis berbasis KTP, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan desa, revitalisasi puskesmas, pendampingan ibu hamil, hingga penyediaan satu desa satu ambulans.

Di sisi lain, tantangan pelayanan stroke masih cukup besar. Saat ini rumah sakit yang mampu memberikan penanganan stroke akut masih terbatas dan seluruhnya berada di Palangka Raya.

Baca Juga  Kerusakan Jalan Kobar–Sukamara dan Tumbang Salio, DPRD Kalteng Desak Sinergi Percepatan Perbaikan

Kondisi itu membuat masyarakat di wilayah yang jauh dari ibu kota menghadapi kendala memperoleh penanganan cepat, terutama akibat keterbatasan dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan, dan jarak tempuh yang cukup panjang.

“Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat,” kata Linae.

Sebagai langkah nyata, Pemprov Kalteng akan mengoordinasikan penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat Kalteng, memperkuat rumah sakit siaga stroke di kabupaten dan kota, mengintegrasikan layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta membentuk Daerah Siaga Stroke pertama di Kalteng melalui kolaborasi lintas sektor.

Program itu diharapkan mampu mempercepat waktu penanganan pasien sejak mengalami gejala awal hingga mendapatkan tindakan medis. Semakin cepat pasien memperoleh layanan, semakin besar peluang untuk menekan risiko kecacatan maupun angka kematian akibat stroke.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menerangkan bahwa WSO/Angels Award Platinum Status diberikan kepada rumah sakit yang mampu memenuhi standar pelayanan stroke secara konsisten, mulai dari proses identifikasi pasien, diagnosis, pemberian terapi sesuai prosedur, hingga pencatatan pelayanan yang memenuhi standar internasional.

Predikat Platinum yang berhasil diraih menjadi peningkatan dari status Gold sebelumnya. Hal itu menunjukkan kualitas pelayanan stroke di RSUD dr. Doris Sylvanus terus mengalami kemajuan melalui pembenahan sistem kerja, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan penerapan standar pelayanan yang berkesinambungan.

Baca Juga  Plt. Sekda Kalteng Sambut CPNS dan P3K: Masa Depan Kalteng Ada di Tangan Anda

“Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari,” jelas Suyuti.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pasien yang datang ke RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi tantangan tersendiri, khususnya di Instalasi Gawat Darurat.

Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas rumah sakit di berbagai daerah menjadi bagian penting agar masyarakat dapat memperoleh layanan lebih dekat dengan tempat tinggalnya sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan.

Melalui kolaborasi antara Pemprov, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, sistem pelayanan stroke di Kalteng diharapkan semakin kuat.

Upaya itu sekaligus menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah. (adv)

+ posts