AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kulit Bawang Putih Diolah Menjadi Tinta Spidol Ramah Lingkungan

25
×

Kulit Bawang Putih Diolah Menjadi Tinta Spidol Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Limbah kulit bawang putih dimanfaatkan sebagai bahan dasar pigmen organik dalam pembuatan tinta spidol ramah lingkungan di SMK Kesehatan Muhammadiyah Palangka Raya. Inovasi tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya (UPR) yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan siswa untuk mengembangkan pemanfaatan limbah organik sekaligus meningkatkan keterampilan praktis di laboratorium.
“Program ini diarahkan untuk menghasilkan inovasi tinta spidol eco-friendly yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan, sekaligus memanfaatkan limbah kulit bawang putih yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi,” kata Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPR Fandi Tuju, baru-baru ini.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Kesehatan Muhammadiyah Palangka Raya tersebut juga menjadi sarana pengenalan teknologi pengolahan limbah kepada siswa. Kulit bawang putih yang tidak bernilai diolah menjadi bubuk arang sebagai sumber pigmen organik utama dalam formulasi tinta, sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan alternatif bahan untuk produk tinta spidol.
“Pemanfaatan kulit bawang putih ini diharapkan dapat mengurangi sampah organik dan menghasilkan pigmen dari bahan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga  Sekolah Gratis Hingga Kuliah Gratis Jadi Fokus Pendidikan


Selain pengolahan limbah, program tersebut memberikan pelatihan keterampilan laboratorium kepada 36 siswa kelas XI SMK Kesehatan Muhammadiyah Palangka Raya. Para siswa diperkenalkan dengan penggunaan sejumlah peralatan laboratorium Biologi dan Kimia modern, seperti hot plate magnetic stirrer, timbangan analitik, dan gelas ukur dalam proses pembuatan tinta.
“Para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dilatih menggunakan peralatan laboratorium agar memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran,” katanya.
Formulasi tinta yang diperkenalkan terdiri atas lima bahan utama, yakni bubuk arang hasil pembakaran atau sangrai kulit bawang putih sebagai pigmen organik, akuades sebagai pelarut utama, alkohol sebagai pelarut tambahan, gum arab sebagai pengental, serta polietilen glikol atau PEG sebagai stabilizer.”Kegiatan ini juga memberikan pembekalan kewirausahaan, mulai dari manajemen usaha, strategi branding, pemasaran digital, inovasi produk, pengemasan, hingga pembukuan sederhana,” ungkapnya.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan sarana laboratorium Biologi SMK Kesehatan Muhammadiyah Palangka Raya yang baru selesai dibangun. Tim pelaksana terdiri atas empat dosen UPR dari Program Studi Biologi dan Program Studi Ekonomi Pembangunan, dengan dukungan empat mahasiswa UPR serta peserta sebanyak 36 siswa kelas XI.
“Kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua pihak, karena sekolah memperoleh hibah peralatan dan bahan praktikum laboratorium, sementara perguruan tinggi dapat menjalankan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tandas Fandi. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
Baca Juga  Triwulan III-2024, Ekonomi Kalteng q-to-q Tumbuh 1,24 Persen 
+ posts