DISKOMINFOSTANDI KABUPATEN KATINGANHEADLINENASIONALPEMKAB KATINGANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tim Gabungan Tangani Kebakaran Gambut Baun Bango hingga Dini Hari

9
×

Tim Gabungan Tangani Kebakaran Gambut Baun Bango hingga Dini Hari

Sebarkan artikel ini

KATINGAN – Kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tim gabungan melakukan penanganan sejak Jumat pagi hingga Sabtu dini hari untuk menghentikan penjalaran api di kawasan tersebut, baru-baru ini.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan, pemadaman melibatkan personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama petugas pemadam darat, Brigdalkar PT Arjuna Utama Sawit, TNI, MPA, TSAK Baun Bango, serta masyarakat setempat.

“Pemadaman terus dilakukan untuk membatasi penjalaran api dan memastikan area yang sudah ditangani benar-benar aman,” ucap Agustan.

Dalam penanganan tersebut, tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran pada lahan sekitar 3,15 hektare. Namun, kondisi medan berupa lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif untuk mengendalikan api dan mencegah munculnya kembali titik panas.

Agustan menjelaskan, area yang terbakar didominasi semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, purun danau, serta pohon akasia dan tumih. Kondisi lahan berupa gambut berpasir menyebabkan api relatif cepat menjalar, sementara asap yang cukup tebal turut menghambat pergerakan petugas di lapangan.

Baca Juga  KPU Pulpis Gelar Rapat Pleno Terbuka, Inilah Hasil Rekapitulasi dan Penetapan DPS

“Untuk mempercepat pemadaman, tim mengerahkan dua unit excavator, sejumlah mesin pompa, mobil operasional, serta puluhan roll selang,” ungkap Agustan.

Sumber air yang digunakan dalam operasi pemadaman berasal dari parit dan embung yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Meski dukungan peralatan dan sumber air telah dikerahkan, petugas masih menghadapi sejumlah kendala selama proses penanganan berlangsung.

Menurut Agustan, kendala yang dihadapi antara lain asap tebal, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut menyebabkan api belum sepenuhnya dapat dipadamkan sehingga lokasi masih membutuhkan penanganan dan pemantauan lanjutan.

“Operasi pemadaman berakhir pada Sabtu sekitar pukul 04.25 WIB, tetapi kondisi lokasi tetap perlu dipantau karena api belum sepenuhnya padam,” jelas Agustan.

Agustan menyebutkan, lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Di sekitar titik kebakaran terdapat embung berair dengan jarak sekitar lima meter dan akses jalan sekitar tiga meter sehingga keberadaan fasilitas tersebut turut menjadi bagian dari kondisi pendukung penanganan di lapangan.

Baca Juga  Firdaus: Program Bedah Rumah di Katingan Harus Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata

“Lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), dengan embung berair berjarak sekitar lima meter dan jalan sekitar tiga meter dari titik kebakaran,” ungkap Agustan, tandas Agustan. (Red/adv)

Facebook Comments Box
+ posts