AKADEMIKAHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

UPR Terima Bantuan Masker dan Vitamin Hadapi Karhutla

15
×

UPR Terima Bantuan Masker dan Vitamin Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Pihak perbankan menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan para pejuang lapangan, akademisi, dan masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.

Branch Office Head BRI Palangka Raya, Defri Gunawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai institusi yang berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, baru-baru ini. “Kalau memang dari BRI ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan. Jadi ini bagian dari tanggung jawab institusi, bagaimana bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Defri.

Penyaluran bantuan berlangsung di Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR. Bantuan diserahkan langsung Defri Gunawan kepada Wakil Rektor UPR Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Rektor UPR dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan itu, pihak perbankan memberikan bantuan berupa 7.500 pcs masker KN95 dan 1.000 pack vitamin. Bantuan kesehatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi kesehatan sivitas akademika UPR serta masyarakat yang beraktivitas di tengah situasi karhutla dan kabut asap yang masih mengkhawatirkan.

Baca Juga  3.531 Mahasiswa Baru Resmi Ikuti PKKMB 2025 UPR

Mewakili UPR, Jhon Retei Alfri Sandi menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan pihak perbankan. Menurutnya, bantuan perlindungan fisik seperti masker dan vitamin memiliki arti penting, terutama bagi sivitas UPR yang tetap menjalankan aktivitas dan fungsi kelembagaan di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

“Karena memang, Universitas Palangka Raya walaupun sudah beberapa kegiatan proses belajar mengajar itu dilakukan secara daring, tapi juga kegiatan-kegiatan tetap berjalan. Proses baik tendik atau tenaga kependidikan maupun juga dosen tetap melakukan tugas dan fungsi,” kata Jhon.

Jhon menjelaskan, kondisi tersebut membuat kebutuhan perlindungan kesehatan tetap menjadi perhatian, mengingat aktivitas di lingkungan kampus masih berjalan meskipun sebagian proses perkuliahan dilakukan secara daring. Bantuan yang disalurkan pihak perbankan, menurutnya, selanjutnya akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk masyarakat di Kota Palangka Raya.

“Saya kira tidak ada bantuan yang sia-sia. Jadi kita tetap distribusikan ke siapapun nanti, masyarakat Palangka Raya khususnya, karena memang intensitas kebakarannya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan juga,” tutur Jhon.

Baca Juga  Kunjungan Perpusnas RI Tekankan Penguatan Literasi Desa

Penyaluran bantuan kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia perbankan dan perguruan tinggi dalam merespons dampak karhutla. Dukungan masker dan vitamin dinilai relevan dengan kebutuhan perlindungan kesehatan di tengah situasi kabut asap, sekaligus menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas akademik dan sosial masyarakat di Kota Palangka Raya.

“Bantuan seperti ini sangat berarti dalam situasi krisis. Kami akan memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan didistribusikan kepada yang membutuhkan, sehingga kepedulian ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Jhon. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts