HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemprov Kalteng Bekali 16 Kelurahan dengan Mesin Pompa dan APD

9
×

Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemprov Kalteng Bekali 16 Kelurahan dengan Mesin Pompa dan APD

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan dukungan peralatan, personel yang siap bertugas, serta koordinasi lintas wilayah. Untuk mendukung upaya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada 16 Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) di Kota Palangka Raya.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo yang mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Kegiatan berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPB-PK, Rabu (28/10/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat kemampuan penanganan karhutla hingga tingkat kelurahan. TSAK memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran, termasuk membantu pembasahan lahan setelah api berhasil dipadamkan.

Dalam arahannya, Edy Pratowo menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan telah melalui proses pengusulan dan administrasi pendanaan yang cukup panjang. Dukungan ini tidak hanya ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional petugas, tetapi juga memperkuat mitigasi dan pemulihan wilayah yang terdampak kebakaran.

Ia menegaskan, ketersediaan peralatan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menghadapi ancaman karhutla. Mesin pompa air, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk pembasahan dan pendinginan lahan guna membantu mengurangi risiko munculnya kembali titik api pada kawasan yang pernah terbakar.

“Alat ini diharapkan bisa digunakan untuk pembasahan dan pendinginan. Dengan bantuan alat ini, kelurahan yang terdampak karhutla dapat melakukan pembasahan pascakebakaran,” jelas Edy.

Selain dukungan sarana, Edy menekankan perlunya kerja sama yang kuat antara Pemprov Kalteng, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan. Penanganan bencana membutuhkan langkah terpadu agar setiap pihak dapat menjalankan tugas sesuai kewenangan dan kondisi wilayah masing-masing.

Koordinasi yang baik juga diperlukan untuk mempercepat pertukaran informasi, memetakan kawasan rawan, serta menentukan langkah penanganan ketika muncul indikasi kebakaran. Dengan keterlibatan berbagai unsur, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kita selalu berusaha sekuat tenaga bagaimana bisa melakukan kolaborasi dan koordinasi bersama seluruh stakeholder kabupaten/kota se-Kalteng untuk bisa melakukan langkah terbaik,” ujarnya.

Baca Juga  Kenaikan Harga Cabai Jadi Perhatian, DPRD Kalteng Minta Langkah Cepat Pengendalian

Edy turut mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar mempersiapkan kebutuhan penanggulangan bencana sejak dini, termasuk dukungan anggaran untuk tahun 2027. Perencanaan itu perlu mencakup antisipasi karhutla maupun potensi bencana lainnya, seperti banjir dan tanah longsor.

Persiapan anggaran menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan peralatan, kesiapan personel, serta dukungan operasional saat dibutuhkan. Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan pemeliharaan sarana yang telah tersedia agar dapat digunakan secara optimal ketika menghadapi situasi darurat.

“Kita berharap dengan adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya karhutla,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan bantuan harus disertai tanggung jawab dalam menjaga dan merawat peralatan. TSAK perlu memastikan perlengkapan tersedia dalam kondisi baik sehingga dapat mendukung tugas di lapangan. Dalam setiap kegiatan, keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas, terutama ketika melakukan pemadaman, pembasahan, maupun penanganan kawasan rawan kebakaran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan wujud kepedulian Pemprov Kalteng terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan bencana secara terpadu. Fokus pelaksanaan di Kota Palangka Raya diarahkan untuk memperkuat dukungan operasional bagi tim kelurahan yang berperan dalam kegiatan pencegahan dan penanganan karhutla.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung kesiapsiagaan, meningkatkan efektivitas pencegahan, dan memperkuat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan secara terpadu di wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya,” ungkap Linae.

Dalam penjelasannya, Linae menyebutkan bahwa setiap kelurahan menerima satu unit mesin pompa air dan 10 paket alat pelindung diri (APD) untuk personel TSAK. Bantuan ini disiapkan untuk menunjang kesiapan tim dalam menjalankan tugas, sekaligus membantu memberikan perlindungan kepada petugas saat berada di lokasi penanganan.

Baca Juga  Persiapkan SDM Berkualitas untuk Mendukung Kemajuan Daerah

Ketersediaan mesin pompa air dapat mendukung kegiatan pembasahan lahan, sedangkan APD menjadi perlengkapan penting untuk menunjang keselamatan personel. Meski demikian, penggunaan peralatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, prosedur penanganan, dan kemampuan petugas agar kegiatan berjalan aman.

Bantuan sarpras ini didukung pendanaan berbasis lingkungan melalui skema Results-Based Payment (RBP), yang berkaitan dengan program pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas daerah dalam melindungi lingkungan serta meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman karhutla.

Sebanyak 16 kelurahan di Kota Palangka Raya menerima bantuan, yakni Tumbang Tahai, Bereng Bengkel, Kalampangan, Petuk Katimpun, Habaring Hurung, Tanjung Pinang, Menteng, Marang, Bukit Tunggal, Sabaru, Langkai, Banturung, Kereng Bangkirai, Tumbang Rungan, Kameloh Baru, dan Panarung.

Pemprov Kalteng juga merencanakan penyaluran bantuan sarana dan prasarana serupa kepada 13 kabupaten lainnya di Kalteng. Perluasan penyaluran ini menjadi langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana di berbagai daerah, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi wilayah penerima.

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemprov Kalteng memperkuat dukungan bagi petugas di tingkat kelurahan dalam menghadapi ancaman karhutla. Sinergi pemerintah dan masyarakat, disertai kesiapan personel serta pemeliharaan peralatan secara berkala, menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan dan penanggulangan bencana yang lebih tangguh. Upaya ini sekaligus mendukung perlindungan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kalteng. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts