EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKAB KOTAWARINGIN TIMUR

OJK Ajak Mahasiswa Kotim Berinvestasi Legal dan Terukur

11
×

OJK Ajak Mahasiswa Kotim Berinvestasi Legal dan Terukur

Sebarkan artikel ini

SAMPIT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa Universitas Darwan Ali di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang legal dan aman.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi pasar modal, tetapi juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui target pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memahami berbagai instrumen investasi yang berada dalam pengawasan otoritas resmi sekaligus mulai memanfaatkannya sebagai sarana perencanaan keuangan jangka panjang.

Data menunjukkan jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Pada Januari 2026 jumlah investor tercatat sebanyak 74.792 orang dan meningkat menjadi 80.666 investor pada April 2026. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut.

Tercatat sebanyak 14.146 investor atau sekitar 17,5 persen dari total investor di Kalimantan Tengah berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Angka itu menempatkan daerah tersebut sebagai wilayah dengan jumlah investor terbesar kedua setelah Kota Palangka Raya.

Meski demikian, nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah masih menunjukkan fluktuasi. Pada Januari 2026 nilai transaksi mencapai Rp2,05 triliun, kemudian turun menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026. Kondisi ini dinilai menjadi alasan penting untuk terus memperkuat edukasi dan literasi pasar modal secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Sepanjang tahun 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi pasar modal yang menjangkau 5.455 peserta di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Program SEPMT menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, menambah jumlah investor ritel domestik, serta memperluas akses pendanaan melalui pasar modal bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Baca Juga  Pemuda Katolik Kalteng Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Rektor Universitas Darwan Ali, Wendy Kesuma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan dan investasi yang legal, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan terencana,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pasar modal menjadi fondasi penting untuk menciptakan investor yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Bupati Kotawaringin Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi. Ia menilai kolaborasi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun budaya investasi yang sehat di kalangan generasi muda.

“Sinergi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun budaya investasi yang sehat dan menciptakan generasi muda yang berdaya saing,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber. Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan. Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan edukasi mengenai pasar modal dan berbagai instrumen investasi. Selain itu, perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah turut memperkenalkan aplikasi online trading serta dasar-dasar analisis saham bagi calon investor

Baca Juga  Desak Willy-Habib Sarana Efektif Tanggapi Gagasan Realistis Mahasiswa

Pada kesempatan yang sama, OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menghadiri pembukaan Galeri Investasi di SMK Negeri 1 Sampit yang menjadi galeri investasi ketiga yang dibentuk BEI Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur. Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas akses edukasi pasar modal bagi pelajar sekaligus melahirkan generasi muda yang cakap mengelola keuangan dan memahami investasi secara lebih baik. Dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi yang aman, produktif, dan mendukung kesejahteraan ekonomi di masa depan. (Red/ADV)

+ posts