EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah Bagi Mahasiswa Universitas Gontor

11
×

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah Bagi Mahasiswa Universitas Gontor

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kuliah Umum tentang literasi Pasar Modal Syariah kepada mahasiswa Universitas Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

PONOROGO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis investor domestik sekaligus membentuk generasi investor yang cerdas, bijak, serta memahami risiko investasi sesuai prinsip syariah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Jawa Timur. OJK memandang mahasiswa sebagai kelompok strategis dalam mendukung pertumbuhan pasar modal nasional melalui peningkatan literasi keuangan dan pemahaman investasi yang bertanggung jawab.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi di pasar modal terus mengalami peningkatan. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor, dengan lebih dari 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 3,1 juta investor dan menjadi daerah dengan jumlah investor terbesar ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi, termasuk investasi berbasis syariah yang telah memiliki landasan hukum dan mekanisme transaksi sesuai prinsip syariat.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” kata Hasan, Kamis (3/7/2026).

Baca Juga  Cerita Rakyat Jadi Media Literasi Budaya Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di lingkungan Universitas Darussalam Gontor. Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk mulai mengenal dan berinvestasi secara legal, bertahap, serta sesuai prinsip syariah sehingga dapat mendukung perluasan basis investor domestik.

Meski demikian, Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terbawa tren investasi tanpa memahami risiko yang melekat pada setiap instrumen. Ia menekankan pentingnya membangun pengetahuan sebelum mengambil keputusan investasi agar terhindar dari kerugian maupun praktik investasi ilegal.

“Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis,” ujar Hasan.

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan apresiasi kepada OJK atas pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya berbagai bentuk penipuan berkedok investasi.

“Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya,” ujar Hamid.

Baca Juga  OJK dan BI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Aman dan Inklusif

Selain kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, rangkaian SEPMT 2026 juga mencakup sosialisasi pasar modal di Pemerintah Kota Kediri yang disertai pencanangan pembukaan galeri investasi bagi aparatur sipil negara (ASN), talkshow pasar modal di Radio Andika Kediri guna meningkatkan literasi dan perlindungan investor, serta sosialisasi perdagangan karbon di Bursa Karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta Lembaga Validasi dan Verifikasi.

Melalui pelaksanaan SEPMT 2026, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal dapat semakin meningkat di berbagai lapisan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperbesar jumlah investor domestik, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai investasi yang legal, logis, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus meningkatkan wawasan mengenai pengembangan Bursa Karbon di Indonesia. (Red/ADV)

+ posts