EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

QRIS Jelajah Kuliner 2026 Perluas Digitalisasi UMKM Kalteng

15
×

QRIS Jelajah Kuliner 2026 Perluas Digitalisasi UMKM Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat pemanfaatan sistem pembayaran digital sekaligus promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) 2026 tersebut memadukan edukasi, kompetisi, serta pengalaman transaksi digital secara langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias mengatakan pemberian penghargaan kepada para pemenang QJI 2026 merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas peserta dalam mendukung edukasi sistem pembayaran digital, baru-baru ini. “Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta maupun masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran,” ujar Yuliansah.

Pelaksanaan QJI 2026 juga dirangkai dengan pra-event Pekan QRIS Nasional 2026 dan Kick Off Pekan Olahraga dan Seni Bank (Perosebank) Kota Palangkaraya 2026. Pada rangkaian tersebut, Bank Indonesia Kalteng memberikan penghargaan kepada peserta yang dinilai aktif menyelesaikan berbagai misi sekaligus berkontribusi dalam memperkenalkan penggunaan QRIS kepada masyarakat serta mempromosikan UMKM kuliner lokal di Kota Palangka Raya.

“Memperluas penggunaan QRIS serta memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Yuliansah, menyampaikan harapan Bank Indonesia terhadap dampak kegiatan tersebut.

Baca Juga  Dewan Kalteng: Pendidikan Sektor Kunci untuk Menciptakan Generasi Berkualitas

QJI 2026 diikuti 31 tim yang berasal dari berbagai kalangan, yakni influencer, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara, komunitas, dan masyarakat umum. Sebelum kompetisi dimulai, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan sistem pembayaran, penggunaan QRIS, QRIS TAP, QRIS Antarnegara, Cinta Bangga Paham Rupiah, pelindungan konsumen, serta mekanisme pelaksanaan setiap misi.

“Terus berperan aktif dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran,” ujar Yuliansah.

Selama kompetisi berlangsung, peserta menjalankan sejumlah aktivitas edukatif, mulai dari sosialisasi manfaat dan kemudahan QRIS, mengajak masyarakat melakukan transaksi digital, hingga menyampaikan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah. Peserta juga mengampanyekan pelindungan konsumen melalui gerakan PeKA atau Peduli, Kenali, Adukan dengan tagline “Kalau Ragu, Stop Dulu”, sekaligus membantu memperkenalkan UMKM kuliner lokal.

“Memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Yuliansah.

Dampak kegiatan tersebut tercermin dari bertambahnya merchant dan aktivitas transaksi digital selama pelaksanaan QJI 2026. Sebanyak 151 merchant berhasil bergabung sebagai merchant QRIS, sedangkan 390 masyarakat memperoleh edukasi mengenai QRIS, termasuk QRIS TAP dan QRIS Antarnegara. Selain itu, 379 masyarakat mendapatkan pengalaman pertama bertransaksi menggunakan QRIS, 372 orang memperoleh edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, dan 352 orang mendapatkan edukasi pelindungan konsumen.

“Menjadi motivasi bagi para peserta maupun masyarakat untuk terus berperan aktif,” ujar Yuliansah.

Baca Juga  Saiful: Siswa Katingan Harus Jadi Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Selama kegiatan juga tercatat 6.158 transaksi QRIS serta 145 konten digital yang dipublikasikan untuk memperluas edukasi sistem pembayaran digital dan promosi UMKM kuliner di Kalimantan Tengah. Keberhasilan tersebut turut didukung sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT Bank Kalteng, BRI, dan Bank Mandiri sebagai perbankan pendukung merchant kuliner, serta keterlibatan 87 peserta dari kalangan generasi Z yang mengikuti seluruh rangkaian misi.

“(Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan literasi masyarakat, memperluas penggunaan QRIS, serta mendukung pertumbuhan UMKM dan terwujudnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan),” tandas Yuliansah. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts