HEADLINENASIONALPEMKAB PULANG PISAUPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tumbang Nusa Kembali Terbakar, Petugas Berjuang di Lahan Gambut

20
×

Tumbang Nusa Kembali Terbakar, Petugas Berjuang di Lahan Gambut

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama personel gabungan melakukan pemadaman karhutla di Desa Tumbang Nusa.

PULANG PISAU – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama personel gabungan kembali berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Medan gambut yang dalam serta terbatasnya sumber air menjadi tantangan utama petugas dalam mengendalikan api di kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin Km 32.

Kebakaran kembali ditangani setelah titik api muncul di kawasan yang sebelumnya juga sempat terbakar. Tim mulai melakukan penanganan sekitar pukul 12.06 WIB dengan mengerahkan pemadaman darat serta dukungan udara untuk mencegah api menjalar lebih luas ke area sekitar.

“Penanganan di lahan gambut harus dilakukan dengan cepat, tetapi tetap teliti karena api dapat menjalar hingga ke bagian bawah permukaan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining, baru-baru ini.

Kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar, akasia, geronggang, blangiran, serta pakis-pakisan turut memudahkan api merambat. Karakteristik gambut dalam membuat proses pemadaman membutuhkan perhatian khusus karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas tanah telah terlihat padam.

Baca Juga  Palangka Raya Susun Aturan Baru Kendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan

Personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bekerja bersama tim pemadaman darat, Brimob, Masyarakat Peduli Api (MPA) Jumpun Pambelum, serta kru water bombing BNPB untuk mengendalikan kebakaran. Upaya dilakukan dengan menyasar titik api sekaligus membuat pembatas agar penjalaran tidak meluas.

“Setiap titik yang terbakar tidak hanya dipadamkan di permukaan, tetapi juga harus dilakukan pendinginan agar bara yang berada di dalam gambut tidak kembali menyala,” ujarnya.

Petugas berhasil menangani area terbakar sekitar 0,31 hektare. Namun, hingga kegiatan pemadaman berakhir sekitar pukul 16.20 WIB, api belum sepenuhnya dinyatakan padam sehingga personel tetap melakukan pemantauan dan penanganan pada sejumlah bagian yang masih berpotensi menimbulkan bara.

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Untuk memenuhi kebutuhan air, tim memanfaatkan sumur bor milik warga yang berada sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran sehingga penggunaannya harus diatur secara efektif selama proses penanganan berlangsung.

“Penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan kerja cepat dan berkelanjutan, terutama untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di dalam tanah,” katanya.

Langkah pemadaman dan pemantauan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng mencegah kebakaran meluas. Penanganan tersebut juga dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dengan mengutamakan pengendalian titik api, pendinginan, serta pemantauan area sekitar agar potensi kemunculan kembali api dapat ditekan.

Baca Juga  Forum Satu Data Dorong Transformasi Digital Pemerintahan Daerah

“Kami terus memastikan titik yang telah ditangani tidak kembali menyala dan melakukan pemantauan terhadap kondisi gambut di sekitar lokasi,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts