DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAHPOLITIK

Warga Kalibata Sampaikan Aspirasi Infrastruktur kepada Faridawaty Darland Atjeh

10
×

Warga Kalibata Sampaikan Aspirasi Infrastruktur kepada Faridawaty Darland Atjeh

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses perseorangan di kawasan Kalibata, Palangka Raya.

PALANGKARAYA – Sejumlah warga kawasan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur lingkungan kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, dalam kegiatan reses perseorangan.

Aspirasi yang disampaikan warga mencakup peningkatan kualitas jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan, penanganan drainase serta banjir, penyelesaian fasilitas pos kamling, hingga penyediaan sarana pengelolaan sampah. Berbagai persoalan tersebut dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, kegiatan reses menjadi kesempatan penting untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mencatat setiap usulan yang disampaikan agar dapat menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. “Reses ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur lingkungan, akses jalan, drainase, jembatan, serta fasilitas umum. Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah, Minggu (23/8/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua RT 007/RW 013, Jalan Kalibata Blok E Nomor 38 tersebut, Ketua RT 008/RW 013, Suhada, menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang masih dihadapi warga. Ia mengusulkan pengerasan Jalan Kalibata 7 dan Kalibata 8 dengan panjang kurang lebih satu kilometer karena kondisi jalan tersebut membutuhkan peningkatan kualitas untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Selain persoalan jalan, Suhada juga menyampaikan bahwa kawasan pengaringan lingkar luar kerap mengalami banjir ketika musim hujan. Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian melalui penanganan yang tepat. Warga juga mengusulkan pembangunan jembatan sebagai penghubung Kalibata 7 menuju lintas Mahir-Mahar. Selama ini, akses penyeberangan tersebut masih mengandalkan jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Aspirasi lainnya disampaikan Rosidah, kader Posyandu sekaligus TP PKK Kelurahan Menteng. Ia mengusulkan pengerasan Jalan Tampung Penyang IV RT 003/RW 013 yang sebelumnya telah dikerjakan sebagian, tetapi masih terputus menuju kawasan perumahan. Ia juga menyampaikan kondisi Jalan Tampung Penyang yang bagian aspalnya terputus, termasuk kawasan sekitar Rusunawa mahasiswa IAKN yang mengalami amblas dengan panjang kurang lebih satu kilometer.

Baca Juga  Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kalteng

Dari RT 007/RW 013, Marna turut menyampaikan kebutuhan peningkatan infrastruktur di lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengusulkan agar jalan dan parit di ujung Blok E yang hingga kini belum diaspal dapat menjadi perhatian. Selain itu, ia menyampaikan kondisi pos kamling yang masih belum selesai sehingga membutuhkan dukungan agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang keamanan lingkungan.

Ketua RT 007/RW 013, Wilis, juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih terdapat di lingkungan Blok D dan Blok E. Menurutnya, kedua kawasan tersebut belum memiliki parit sehingga membutuhkan pembangunan drainase. Ia juga mengusulkan pengerasan di beberapa ruas Jalan Kalibata 1 hingga Kalibata 3. Dari beberapa ruas tersebut, baru Jalan Kalibata 2 yang telah mendapatkan pengerasan. Warga juga mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan sepanjang sekitar lima meter di kawasan Blok E.

Sementara itu, warga Kalibata 08, Yeti, menyampaikan persoalan banjir yang masih mengganggu rumah warga. Kondisi tersebut diperparah dengan parit yang tertutup rumput sehingga menghambat aliran air. Karena itu, warga meminta dilakukan pembersihan serta pengerukan drainase di sepanjang Jalan Kalibata. Selain persoalan drainase, Yeti juga mengusulkan penyediaan bak sampah karena selama ini warga masih menumpang menggunakan fasilitas tempat pembuangan sampah di terminal.

Faridawaty menilai aspirasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan, tetapi juga mencakup sistem drainase, akses penghubung antarwilayah, fasilitas keamanan lingkungan, serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh karena saling berkaitan dengan kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat. “Masukan masyarakat sangat penting karena warga yang setiap hari berada di lingkungan tersebut tentu mengetahui kondisi dan kebutuhan yang paling mendesak. Karena itu, persoalan jalan, banjir, drainase, jembatan, fasilitas keamanan, dan kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian secara bersama-sama. Kami akan melihat setiap usulan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada.”

Baca Juga  Waket I DPRD Kalteng Tinjau Pantai Kubu-Keraya, Ini yang Dilakukan

Dalam kegiatan tersebut, Faridawaty juga telah memberikan sejumlah bantuan pribadi kepada masyarakat. Bantuan tersebut di antaranya berupa dukungan doorprize untuk kegiatan Jalan Sehat dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bagi warga Kalibata RT 007/RW 013 senilai Rp1 juta. Selain itu, diberikan bantuan sebesar Rp1,5 juta untuk penyelesaian atau finishing pos kamling melalui Ketua RT 007.

Dukungan lainnya berupa bantuan transportasi kepada setiap peserta serta cenderamata berupa tumbler FDA. Faridawaty juga memberikan apresiasi secara pribadi dalam bentuk tali asih berupa bantuan tunai pulsa kepada peserta, undangan, maupun anggota masyarakat yang menyampaikan saran, masukan, dan kritik dalam kegiatan tersebut. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyampaikan kondisi dan kebutuhan lingkungan secara langsung.

Kegiatan reses tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi menjadi bagian dari proses penyerapan kebutuhan masyarakat yang dapat diperjuangkan sesuai ketentuan dan kewenangan yang dimiliki. Berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan yang disampaikan warga Kalibata menjadi gambaran kebutuhan pembangunan yang masih perlu mendapat perhatian agar akses masyarakat, kualitas lingkungan, dan kenyamanan permukiman dapat terus ditingkatkan. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts