DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Faridawaty Serap Aspirasi Warga Panarung soal Infrastruktur dan Posyandu

9
×

Faridawaty Serap Aspirasi Warga Panarung soal Infrastruktur dan Posyandu

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, saat menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses perseorangan di Kelurahan Panarung.

PALANGKA RAYA – Beragam persoalan infrastruktur lingkungan dan kebutuhan pelayanan sosial menjadi aspirasi utama warga dalam kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Veteran RT. 07/RW. 10, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut.

Aspirasi tersebut disampaikan warga dan tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan reses. Persoalan yang dibahas mencakup kondisi jalan, drainase, fasilitas ibadah, sarana sosial, lapangan olahraga, hingga kebutuhan Posyandu dan pengembangan usaha warga.

Ketua RT. 07/RW. 10, Nanang, menyampaikan bahwa wilayah yang dipimpinnya memiliki sekitar 200 kepala keluarga, termasuk warga yang belum melaporkan administrasi kependudukan kepada lingkungan setempat. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan permukiman di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, warga juga menyampaikan masih adanya sebagian ruas Jalan Perjuangan Induk yang belum mendapatkan pengaspalan. Dari keseluruhan ruas yang ada, masih tersisa sekitar setengah bagian yang membutuhkan penanganan agar akses masyarakat menjadi lebih baik.

Selain persoalan jalan, masalah drainase menjadi perhatian serius warga, terutama ketika musim hujan. Nanang menjelaskan, kawasan bagian belakang lingkungan RT. 07/RW. 10 kerap mengalami luapan air yang menyebabkan genangan hingga banjir.

Kondisi tersebut diperparah oleh adanya penyempitan dan timbunan pada saluran drainase yang membuat aliran air tidak lagi tersambung secara optimal menuju sungai besar. Padahal, menurut warga, ukuran drainase asli di kawasan tersebut sebenarnya cukup besar. Persoalan itu juga berdampak terhadap fasilitas umum, termasuk adanya masjid yang belum ditinggikan sehingga membutuhkan perhatian ketika genangan terjadi.

Aspirasi serupa terkait banjir disampaikan Ali Margona, warga Veteran 2 sekaligus imam Masjid Jalan Veteran. Ia menyampaikan kondisi Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di mushala yang kerap terdampak banjir ketika terjadi hujan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas pembelajaran keagamaan bagi anak-anak di lingkungan setempat.

Baca Juga  Langkah Pasti Desa Tewang Tampang Menuju Desa Ekspor Berdaya Saing Global

Warga lainnya, Joko Pramono dari Jalan Veteran VII A, menyampaikan kebutuhan pengaktifan kembali sarana sosial di lingkungan masyarakat. Ia juga mengusulkan penanganan area tanah sosial yang selama ini direncanakan sebagai lapangan atau fasilitas olahraga warga.

Menurut aspirasi yang disampaikan, area tersebut sudah cukup lama belum mendapatkan penimbunan. Untuk melakukan penimbunan secara keseluruhan, warga memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta. Ketersediaan lapangan dinilai penting sebagai ruang aktivitas olahraga sekaligus tempat berkegiatan bagi masyarakat.

Sementara itu, kader Posyandu setempat menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk meningkatkan kenyamanan pelayanan masyarakat. Posyandu disebut memiliki jumlah kader yang cukup banyak, tetapi pelaksanaan kegiatan terkendala keterbatasan tempat. Karena itu, warga mengusulkan pelebaran teras dengan pemasangan kanopi sepanjang kurang lebih enam meter untuk digunakan sebagai area antrean.

Selain ruang pelayanan, Posyandu juga membutuhkan kipas angin dan kursi tunggu. Sarana tersebut dinilai dapat menunjang kenyamanan warga yang datang mengikuti pelayanan Posyandu, sekaligus membantu kader dalam melaksanakan kegiatan secara lebih tertib.

Aspirasi lain datang dari kelompok ibu-ibu yang menjalankan kegiatan usaha dengan bercocok tanam dan menjual hasil pertanian. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi rumah tangga. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala biaya, terutama mahalnya kebutuhan media tanam seperti tanah subur, plastik, serta pembelian bibit tanaman.

Dalam kegiatan reses tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah dukungan yang sebelumnya telah terealisasi. Di antaranya bantuan dana untuk RT sebesar Rp5 juta serta bantuan uang tunai dan rompi untuk mendukung kegiatan senam dan jalan sehat warga RT. 07/RW. 10.

Baca Juga  GPM Serentak 2026 Digelar, Pemerintah Jamin Stok Aman dan Harga Pangan Terkendali di Kalteng

Berbagai aspirasi tersebut menjadi bagian dari penyerapan kebutuhan masyarakat secara langsung di tingkat lingkungan. Masukan warga mengenai jalan, drainase, fasilitas sosial, sarana olahraga, Posyandu, hingga kegiatan ekonomi menjadi gambaran kebutuhan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan Jalan Veteran dan sekitarnya.

Kegiatan reses perseorangan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari secara langsung kepada wakil rakyat. Seluruh aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan dan peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat sesuai kewenangan pemerintah daerah. Pertemuan reses berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Penyerapan aspirasi di tingkat lingkungan menunjukkan bahwa kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh pelayanan sosial, ruang aktivitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta fasilitas pendukung Posyandu. Berbagai kebutuhan itu menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat di Kelurahan Panarung. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts