DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

FDA Terima Aspirasi MPA Langkai soal Biaya Pemadaman Kebakaran

12
×

FDA Terima Aspirasi MPA Langkai soal Biaya Pemadaman Kebakaran

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menyerap aspirasi warga terkait kondisi anggota MPA Kelurahan Langkai.

PALANGKA RAYA – Kondisi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang masih menggunakan anggaran pribadi untuk melakukan pemadaman kebakaran menjadi salah satu aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Aspirasi tersebut disampaikan Suprianto, Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis, kepada Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh. Ia menyampaikan kondisi anggota MPA Kelurahan Langkai yang selama ini terlibat langsung dalam pemadaman api di wilayah setempat.

Menurut Suprianto, anggota MPA Kelurahan Langkai setiap hari melakukan pemadaman api dengan menggunakan anggaran pribadi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keterlibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran membutuhkan dukungan yang memadai, terutama untuk menunjang kegiatan di lapangan.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses menunjukkan adanya kebutuhan dukungan terhadap warga yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.

“Partisipasi masyarakat dalam pemadaman kebakaran merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Ketika anggota MPA harus menggunakan anggaran pribadi untuk melakukan pemadaman, kondisi ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat yang membantu penanganan kebakaran tidak bekerja tanpa dukungan yang memadai,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Senin (24/8/2026).

Aspirasi mengenai kondisi MPA tersebut disampaikan dalam reses yang berlangsung di Cafe 99, Jalan Adonis Samad Nomor 99, Kota Palangka Raya. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Suprianto menjelaskan, anggota MPA Kelurahan Langkai merupakan bagian dari masyarakat yang terlibat dalam pemadaman ketika terjadi kebakaran. Namun, dalam pelaksanaannya, kebutuhan untuk pemadaman api disebut masih menggunakan anggaran pribadi.

Baca Juga  Wagub Edy Pratowo Kukuhkan Pengurus BKOW Kalimantan Tengah 2025-2030

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penanganan kebakaran membutuhkan kesiapan, baik dari sisi personel maupun sarana pendukung. Keterlibatan masyarakat secara langsung di lapangan juga membutuhkan dukungan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih optimal.

Selain menyampaikan persoalan MPA, Suprianto juga mengusulkan pengaspalan jalan kurang lebih 200 meter ke arah Masjid Perintis Permai. Usulan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur warga di kawasan Jalan Perintis.

Aspirasi terkait kesiapsiagaan menghadapi kebakaran juga disampaikan warga lainnya dalam kegiatan reses. Bambang, Ketua RW 17 Langkai kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM, mengusulkan sumur bor beserta mesin sekitar dua titik. Ia menyampaikan bahwa sumur yang ada telah berusia sekitar lima hingga enam tahun.

Jamalun, RT 01/RW 08 Langkai kawasan belakang Alin Foto, juga mengusulkan sumur bor beserta mesin pada tiga titik untuk mengantisipasi kebakaran. Menurut aspirasi yang disampaikan, sarana tersebut belum tersedia sama sekali di wilayahnya.

Sementara itu, Safi’i, Ketua RT 01/RW 13 Langkai, mengusulkan pembangunan sumur bor sebanyak dua titik di Gang Buntu. Usulan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan sarana air yang dapat mendukung kesiapsiagaan warga menghadapi potensi kebakaran.

Dengan adanya aspirasi dari beberapa wilayah tersebut, kebutuhan sarana pendukung penanganan kebakaran menjadi salah satu perhatian dalam reses. Selain persoalan biaya yang masih dikeluarkan secara pribadi oleh anggota MPA, warga juga mengusulkan ketersediaan sumber air pada sejumlah titik.

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini mengatakan, penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Karena itu, aspirasi mengenai dukungan terhadap MPA perlu dicatat dan menjadi bahan dalam pembahasan sesuai kewenangan.

Baca Juga  Pariwisata Hijau Jadi Andalan Pembangunan Katingan

“Warga yang ikut membantu memadamkan api memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan lingkungan. Aspirasi mengenai kebutuhan dukungan bagi MPA, termasuk kondisi anggota yang menggunakan anggaran pribadi, akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme, kewenangan, serta kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas, menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari upaya menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk melihat persoalan dan kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan.

Menurut Faridawaty, dukungan terhadap masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran juga perlu dilihat bersama dengan kebutuhan sarana dasar di lingkungan. Ketersediaan sumur bor dan mesin pada sejumlah titik menjadi salah satu usulan yang dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat ketika terjadi kebakaran.

Aspirasi warga tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dukungan terhadap kelompok warga yang terlibat langsung dalam menjaga keselamatan lingkungan. Kondisi anggota MPA Kelurahan Langkai yang melakukan pemadaman dengan anggaran pribadi menjadi perhatian yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui dukungan sesuai mekanisme pembangunan daerah. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts