DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Purdiono Ingatkan Pemerintah, Jangan Alihkan Gaji ASN ke Kopdes Sebelum Siap

7
×

Purdiono Ingatkan Pemerintah, Jangan Alihkan Gaji ASN ke Kopdes Sebelum Siap

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, meminta pemerintah pusat mematangkan rencana penyaluran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu jauh merancang program baru ketika kesiapan pelaksanaannya belum terbukti.

Purdiono berpandangan, pemerintah perlu lebih mengutamakan pembenahan sistem yang sudah berjalan. Apabila mekanisme yang ada masih memiliki kelemahan, evaluasi dan perbaikan menjadi langkah yang lebih tepat daripada melakukan perubahan yang berpotensi menambah persoalan dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan, kebijakan pemerintah semestinya disusun berdasarkan kebutuhan nyata, kajian yang komprehensif, serta kemampuan lembaga yang akan menjalankannya. Dengan demikian, program yang diluncurkan tidak hanya menarik dalam perencanaan, tetapi juga dapat direalisasikan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya justru mengkritik pemerintah. Pertama, kementerian jangan terlalu banyak berwacana. Kita kan sistem sudah ada. Kalau itu kurang, kita benahi, bukan kita ubah. Ini kan jadi masalah baru lagi,” kata Purdiono, Selasa (19/10/2026).

Ia menilai Kopdes Merah Putih perlu terlebih dahulu membangun fondasi usaha yang kuat sebelum diberi tanggung jawab lebih besar. Penguatan organisasi, kesiapan sumber daya manusia, dan kemampuan mengelola kegiatan usaha menjadi bagian penting agar koperasi mampu menjalankan fungsinya secara berkelanjutan.

Purdiono menjelaskan, koperasi pada dasarnya dibangun atas semangat kebersamaan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Oleh sebab itu, keberadaan koperasi harus diikuti pengelolaan yang baik serta aktivitas usaha yang benar-benar berjalan.

Baca Juga  Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Arton Ajak Semua Pihak Berpartisipasi 

“Koperasi itu kan usaha bersama, semestinya didirikan oleh masyarakat yang satu visi, anggota mendapat manfaat yang sama. Tentu saja untuk berputarnya roda perekonomian masyarakat. Nah, hal tersebut kan butuh proses,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan koperasi tidak bisa dilakukan secara instan. Kopdes Merah Putih perlu membuktikan bahwa lembaga itu mampu menjalankan usaha, memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, dan menjaga kepercayaan anggotanya.

Tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Koperasi harus mampu bersaing dengan lembaga keuangan maupun penyedia jasa lainnya yang telah memiliki sistem operasional dan pengalaman dalam melayani masyarakat. Karena itu, profesionalisme pengelolaan dan kejelasan arah usaha menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan koperasi.

Purdiono turut mendorong peluang sinergi antara Kopdes Merah Putih dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kerja sama dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas kegiatan ekonomi dan meningkatkan manfaat usaha, asalkan dirancang dengan perencanaan yang jelas serta mempertimbangkan kemampuan masing-masing lembaga.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah daerah memperkuat pembenahan BUMD agar pengelolaannya semakin efektif dan mampu menghasilkan kontribusi bagi daerah. BUMD diharapkan dapat menjalankan kegiatan usaha secara profesional, meningkatkan kinerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menyinggung rencana penerapan penyaluran gaji ASN melalui Kopdes Merah Putih pada 2026, Purdiono kembali mengingatkan pemerintah agar tidak mendahulukan target besar tanpa memastikan kesiapan di lapangan. Baginya, pelaksanaan program harus menjadi prioritas sebelum muncul rencana perluasan fungsi koperasi.

Baca Juga  Pemkot Palangka Raya Raih Peringkat Enam Nasional Pengelolaan LAPOR

“Lebih baik jangan terlalu banyak berwacana. Silakan saja Kopdes itu jalan dulu. Jalan saja belum, wacananya sudah terlalu jauh,” tegasnya.

Purdiono menegaskan bahwa dirinya mendukung pengembangan koperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Namun, dukungan itu harus disertai langkah konkret dan ukuran keberhasilan yang jelas. Pemerintah perlu memastikan setiap program dapat dijalankan sesuai tujuan, bukan sekadar menjadi gagasan yang terus disampaikan kepada publik.

Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat tumbuh secara bertahap dengan mengutamakan penguatan kelembagaan dan manfaat bagi masyarakat. Jika koperasi sudah mampu menunjukkan kinerja yang baik, pengembangan fungsi dan tanggung jawabnya dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan serta kesiapan yang tersedia.

“Kita mendukung koperasi itu ada, tapi jangan terlalu jauh. Kalau hanya berwacana, lalu seperti apa akhirnya nanti,” pungkasnya. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts