EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKAB KOTAWARINGIN BARATPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

OJK Ajak Masyarakat Siapkan Masa Depan Finansial Sejak Dini

10
×

OJK Ajak Masyarakat Siapkan Masa Depan Finansial Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Puncak Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat membangun ketahanan finansial sejak dini melalui kebiasaan menabung, berinvestasi secara bijak, serta mempersiapkan dana pensiun. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz mengatakan peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara tepat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan.

“Inklusi keuangan bukan sekadar memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui momentum BIK, World Investor Week, dan Bulan Dana Pensiun, kami mendorong masyarakat untuk membangun

kebiasaan menabung, memahami investasi, serta merencanakan masa pensiun sejak dini sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang,” ujarnya, baru-baru ini.

Penyelenggaraan Puncak BIK Tahun 2026 bertepatan dengan rangkaian World Investor Week (WIW) dan Bulan Dana Pensiun. Sinergi ketiga momentum tersebut dimanfaatkan OJK bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Primandanu menjelaskan, budaya menabung, investasi yang sesuai kebutuhan, serta perencanaan dana pensiun merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, peningkatan literasi keuangan terus dilakukan agar masyarakat mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan serta profil risikonya.

Baca Juga  Mutu Pendidikan Tinggi Daerah Harus Naik Kelas Nasional

Perkembangan sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal meningkat menjadi 277.328 investor dari 130.330 investor pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, aset dana pensiun di Kalimantan Tengah turut bertambah menjadi Rp119,42 miliar atau meningkat 3,9 persen dibandingkan Agustus 2025.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Rody Iskandar yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Puncak BIK Tahun 2026. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak akan memperkuat literasi dan akses keuangan bagi masyarakat di berbagai sektor. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi serta memperluas akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan. Dengan akses keuangan yang semakin merata, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Selain seminar dan diskusi, OJK juga melaksanakan berbagai program edukasi yang menyasar pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, aparatur sipil negara, penyandang disabilitas, hingga masyarakat desa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Pada puncak kegiatan, OJK menggelar talkshow keuangan secara hybrid yang diikuti sekitar 400 peserta dengan menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan. Materi yang disampaikan mencakup literasi keuangan, investasi, kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital, hingga pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Baca Juga  Jelang Debat Publik Terakhir, Paslon Willy-Habib dalam Kondisi Prima

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga memperoleh kesempatan berkonsultasi langsung dengan lembaga jasa keuangan melalui booth layanan yang disediakan. Langkah ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat mengenal sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.

OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Dengan semakin kuatnya budaya menabung, investasi yang bijak, serta perencanaan dana pensiun, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan finansial yang lebih baik untuk mendukung kesejahteraan jangka panjang. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts