HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pantau Harga Jelang HBKN, Pemprov Kalteng Pastikan Pasokan Pangan dan Beras SPHP Aman

131
×

Pantau Harga Jelang HBKN, Pemprov Kalteng Pastikan Pasokan Pangan dan Beras SPHP Aman

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 1447 H Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).

Pemantauan dipimpin Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko bersama unsur Forkopimda, Kepala Bulog Kalteng Budi Sultika, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan.

Komoditas yang menjadi objek pemantauan meliputi beras, cabai rawit, cabai merah dan cabai keriting, bawang merah, bawang putih, ikan, daging ayam, telur, daging sapi, tepung, serta garam, sesuai daftar SP-2KP dari Pemerintah Pusat.

Selain itu, beras lokal produksi Kalteng turut diperiksa untuk memastikan ketersediaan dan harga tetap terjangkau.

“Secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Beras lokal berada di kisaran Rp13.500 per kilogram dan masih sesuai standar,” ujar Yuas Elko.

Namun demikian, ia menyebutkan terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, khususnya cabai merah yang meningkat sekitar Rp20.000 per kilogram dibanding harga sebelumnya.

Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari kisaran standar Rp85.000 per kilogram, sementara cabai keriting relatif stabil.

Menurut Yuas, pemerintah daerah akan terus melakukan langkah pengendalian melalui operasi pasar atau pasar penyeimbang yang dilaksanakan dinas terkait atas penugasan kepala daerah.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Selain komoditas pangan, harga minyak goreng curah juga menjadi perhatian karena berada di ambang batas ketentuan, terutama akibat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter.

Sementara itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35.000 dinilai perlu pengawasan lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa harga di tingkat pangkalan idealnya sekitar Rp22.000, sehingga di tingkat pengecer diharapkan tidak melebihi Rp25.000.

Kepala Bulog Kalteng Budi Sultika memastikan bahwa stok beras pemerintah dalam kondisi aman.

“Stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng saat ini sekitar 14.437 ton dan siap disalurkan untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi beras premium yang sebagian besar berasal dari luar daerah juga menjadi perhatian bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan pasokan tetap lancar dan harga terkendali.

Pemerintah daerah bersama Bulog dan Satgas Pangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok selama periode HBKN, guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar serta menjaga daya beli masyarakat. (red/adv)

+ posts
Baca Juga  Sengkon: Iklim Investasi Kondusif Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat Kalteng