DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Warga Langkai Keluhkan Usulan Musrenbang 10 Tahun Belum Terwujud

13
×

Warga Langkai Keluhkan Usulan Musrenbang 10 Tahun Belum Terwujud

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menyerap aspirasi warga Kelurahan Langkai dalam kegiatan reses perseorangan.

PALANGKA RAYA – Warga Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, menyampaikan keluhan terkait usulan pembangunan yang disebut telah diajukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) selama sekitar 10 tahun, tetapi belum mendapatkan bantuan.

Keluhan tersebut disampaikan Jamalun, warga RT 01/RW 08 Kelurahan Langkai, kawasan belakang Alin Foto, saat mengikuti reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh.

Dalam pertemuan tersebut, Jamalun menyampaikan salah satu kebutuhan mendesak di lingkungannya, yakni jalan titian di belakang Alin yang mengalami kerusakan hingga terputus. Kondisi itu menjadi perhatian warga karena berkaitan dengan akses masyarakat di kawasan tersebut.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, aspirasi warga yang berkaitan dengan kebutuhan dasar lingkungan perlu dicatat secara serius agar dapat menjadi bahan dalam proses perencanaan pembangunan.

“Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung kondisi yang mereka hadapi. Ketika ada usulan yang sudah disampaikan berulang kali melalui musrenbang tetapi belum mendapatkan bantuan, tentu kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dan kami akan mencatatnya sebagai bahan untuk diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Senin (24/8/2026).

Jamalun menjelaskan, persoalan pembangunan tersebut bukan baru disampaikan. Ia menyebut usulan telah sampai dalam proses musrenbang selama sekitar 10 tahun, tetapi hingga kini belum mendapatkan bantuan.

Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah jalan titian di belakang Alin yang telah putus. Jalan tersebut menjadi bagian dari akses lingkungan warga sehingga kondisinya membutuhkan perhatian untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Selain persoalan jalan titian, Jamalun juga menyampaikan kebutuhan sarana untuk mengantisipasi kebakaran. Ia mengusulkan pembangunan sumur bor beserta mesin pada tiga titik karena di wilayahnya belum tersedia sarana tersebut sama sekali.

Baca Juga  Rusdi Gozali Serap Aspirasi Warga Lada Mandala Jaya, Prioritaskan Perekonomian dan Pembangunan Desa

Usulan sumur bor tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran. Ketersediaan sumber air di lingkungan dapat menjadi salah satu sarana pendukung ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Aspirasi mengenai infrastruktur dan kesiapsiagaan kebakaran juga disampaikan warga lainnya dalam kegiatan reses tersebut. Bambang, Ketua RW 17 Langkai kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM, mengusulkan sumur bor beserta mesin sekitar dua titik karena sumur yang ada telah berusia sekitar lima hingga enam tahun.

Bambang juga mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman, Gang Simponi dan Gang Patra. Selain itu, ia meminta perbaikan drainase di dekat Pasar PU yang tembus hingga Gang Sepakat untuk memperbaiki aliran pembuangan.

Sementara itu, Safi’i, Ketua RT 01/RW 13 Langkai, mengusulkan pembangunan sumur bor sebanyak dua titik di Gang Buntu. Ia juga menyampaikan kebutuhan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang kurang lebih 300 meter.

Suprianto, Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis, turut menyampaikan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ia mengusulkan pengaspalan jalan kurang lebih 200 meter ke arah Masjid Perintis Permai.

Suprianto juga menyampaikan kondisi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang setiap hari melakukan pemadaman api dengan menggunakan anggaran pribadi. Aspirasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan dukungan bagi masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses akan menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pembangunan secara lebih konkret. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fasilitas lingkungan yang masih membutuhkan perhatian.

Baca Juga  Menjaga Keseimbangan dalam Hidup Anda: Menemukan Gaya Hidup yang Cocok untuk Anda dan Membuatnya Bertahan Lama

“Yang paling penting adalah memastikan setiap aspirasi masyarakat tercatat dengan baik. Persoalan jalan titian yang putus, kebutuhan sumur bor, perbaikan drainase dan peningkatan akses jalan merupakan kebutuhan yang dirasakan langsung warga. Kami akan melihat skala prioritas serta kewenangan dan kemampuan anggaran untuk memperjuangkannya,” ujarnya.

Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas, menilai aspirasi warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan fungsi penyerapan aspirasi anggota DPRD. Usulan yang telah disampaikan masyarakat melalui musrenbang juga menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pembangunan dari tingkat lingkungan.

Keluhan warga mengenai usulan yang disebut telah disampaikan selama sekitar 10 tahun menunjukkan adanya kebutuhan terhadap tindak lanjut pembangunan di tingkat lingkungan. Salah satu kebutuhan yang paling nyata adalah perbaikan jalan titian di belakang Alin yang telah terputus.

Reses tersebut menjadi ruang bagi warga Langkai untuk menyampaikan kembali kebutuhan pembangunan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka. Aspirasi mengenai jalan titian, sumur bor, drainase, semenisasi, pengaspalan hingga dukungan bagi MPA diharapkan dapat menjadi bahan dalam proses pembangunan sesuai skala prioritas dan mekanisme yang berlaku. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts