AKADEMIKAHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Usai Dilantik, Prof. Bhayu Rhama Bangun Kebersamaan Bersama Guru Besar UPR

39
×

Usai Dilantik, Prof. Bhayu Rhama Bangun Kebersamaan Bersama Guru Besar UPR

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Prof. Bhayu Rhama bersama guru besar dan dosen UPR saat makan malam bersama di Jakarta.

JAKARTA – Usai prosesi pelantikan, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof. Bhayu Rhama memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi bersama sejumlah guru besar dan dosen UPR yang hadir dalam acara pelantikan. Kebersamaan itu diwujudkan melalui makan malam bersama di Rumah Makan 1000 Rasa, kawasan Darmawangsa, Jakarta.

Pertemuan dalam suasana santai tersebut menjadi ajang ramah tamah sekaligus memperkuat hubungan antara rektor baru dan para guru besar serta dosen UPR. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat setelah Prof. Bhayu resmi memimpin UPR untuk periode kepemimpinannya yang baru.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk bersilaturahmi dan membangun kebersamaan bersama para guru besar dan dosen UPR,” kata Prof. Bhayu Rhama, baru-baru ini.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Prof. Bhayu membuka ruang dialog bagi para guru besar dan dosen untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan UPR. Komunikasi tersebut diarahkan agar setiap gagasan dapat menjadi bagian dari pembahasan dalam menentukan langkah strategis universitas ke depan.

Baca Juga  Konservasi Orang Utan dan Lingkungan Terus Dilakukan Kalteng

“Kami ingin mendengar pandangan dan masukan dari para guru besar serta dosen sebagai bagian penting dalam pengembangan UPR,” ujarnya.

Berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah dan kebijakan selama masa kepemimpinan Prof. Bhayu. Pandangan dari kalangan akademisi dinilai penting untuk memperkaya perspektif dalam menentukan arah pengembangan universitas.

“Masukan dan pemikiran yang konstruktif tentu akan menjadi bahan pertimbangan dalam membawa UPR semakin maju,” kata Prof. Bhayu.

Ia menilai komunikasi terbuka dengan para guru besar dan dosen perlu dibangun sejak awal kepemimpinannya. Menurutnya, keterbukaan dalam bertukar gagasan dapat menciptakan ruang kolaborasi yang lebih kuat antara pimpinan universitas dan sivitas akademika.

Prof. Bhayu berharap seluruh sivitas akademika UPR dapat mengambil peran aktif dalam memberikan gagasan serta pemikiran konstruktif untuk mendukung kemajuan universitas. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pengembangan UPR.

Baca Juga  Siti Nafsiah Serap Aspirasi Warga Katingan Kuala dan Mendawai, Nelayan Hingga Petani Sampaikan Keluhan

“Kami berharap seluruh sivitas akademika dapat terlibat aktif melalui gagasan dan pemikiran yang konstruktif demi kemajuan UPR ke depan,” tuturnya.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya silaturahmi dan komunikasi antara pimpinan universitas dengan unsur akademik dalam membangun arah pengembangan UPR. Kebersamaan, keterbukaan, serta partisipasi guru besar dan dosen menjadi bagian penting dalam menyiapkan langkah kepemimpinan Prof. Bhayu untuk membawa UPR semakin maju. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts