EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kredit Bank Umum Kalteng Tembus Rp55,52 Triliun, NPL Menurun

9
×

Kredit Bank Umum Kalteng Tembus Rp55,52 Triliun, NPL Menurun

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan perkembangan sektor perbankan dan jasa keuangan Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Penyaluran kredit dan pembiayaan bank umum di Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan positif hingga Agustus 2026. Nilainya mencapai Rp55,52 triliun, meningkat Rp3,60 triliun atau 6,94 persen secara tahunan dibandingkan posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp51,92 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator terjaganya fungsi intermediasi perbankan dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz mengatakan perkembangan kinerja bank umum juga terlihat dari peningkatan sejumlah indikator utama. “Kredit atau pembiayaan meningkat Rp3,60 triliun atau 6,94 persen secara tahunan dari Rp51,92 triliun menjadi Rp55,52 triliun, dengan tingkat kredit bermasalah atau NPL/NPF pada Agustus 2026 menurun dari 2,34 persen menjadi 2,29 persen,” kata Primandanu, baru-baru ini.

Selain kredit, aset bank umum di Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan. Aset tercatat sebesar Rp105,27 triliun atau naik Rp9,35 triliun setara 9,75 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp95,92 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat Rp2,14 triliun atau 4,08 persen dari Rp52,38 triliun menjadi Rp54,52 triliun.

“Peningkatan aset, Dana Pihak Ketiga, serta kredit atau pembiayaan menunjukkan aktivitas perbankan tetap berjalan dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat serta dunia usaha,” ujar Primandanu. Kondisi tersebut juga diperkuat dengan penurunan rasio kredit bermasalah, sehingga kualitas penyaluran kredit bank umum tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.

Baca Juga  Fraksi DPRD Kalteng Soroti Ketimpangan Wilayah dan SDM dalam Pembahasan RPJMD 2025–2029

Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit bank umum pada Agustus 2026 terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp19,30 triliun atau 34,76 persen dari total kredit dan kredit investasi Rp13,98 triliun atau 25,18 persen. Sementara itu, kredit konsumtif menjadi bagian terbesar dengan nilai Rp22,24 triliun atau 40,06 persen dari total kredit.

“Penyaluran kredit juga menjangkau sejumlah sektor ekonomi utama di Kalimantan Tengah, dengan rumah tangga menjadi sektor penerima terbesar,” jelas Primandanu. Berdasarkan data OJK Kalteng, kredit kepada sektor rumah tangga mencapai Rp21,90 triliun atau 39,44 persen dari total kredit, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp16,62 triliun atau 29,93 persen.

Selanjutnya, penyaluran kredit juga mengalir ke sektor industri pengolahan sebesar Rp1,21 triliun atau 2,18 persen dari total kredit, aktivitas jasa lainnya Rp1,01 triliun atau 1,82 persen, serta sektor konstruksi Rp0,91 triliun atau 1,63 persen. Komposisi tersebut menunjukkan penyaluran kredit perbankan mencakup kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung berbagai aktivitas ekonomi produktif di daerah.

Baca Juga  Retret dan Orientasi PKK Palangka Raya Perkuat Komitmen Kader

“Berdasarkan jenis usaha, penyaluran kredit masih didominasi kredit non-UMKM sebesar Rp36,91 triliun atau 66,48 persen dari total penyaluran kredit,” kata Primandanu. Kredit mikro tercatat Rp9,40 triliun atau 16,93 persen, kredit kecil Rp5,94 triliun atau 10,69 persen, sedangkan kredit menengah mencapai Rp3,28 triliun atau 5,90 persen dari total penyaluran kredit.

Dengan pertumbuhan kredit yang disertai peningkatan aset dan DPK serta penurunan NPL/NPF, kinerja bank umum di Kalimantan Tengah menunjukkan kondisi intermediasi yang tetap terjaga. Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah, sekaligus memastikan kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha tetap dapat dilayani secara optimal. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts