EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

Literasi Keuangan Syariah Diperkuat Melalui Buku PELITA OJK

10
×

Literasi Keuangan Syariah Diperkuat Melalui Buku PELITA OJK

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) sebagai langkah memperluas edukasi keuangan syariah kepada masyarakat melalui peran tokoh agama, penyuluh, dan jaringan dakwah. Inisiatif tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan, investasi ilegal, serta pinjaman online ilegal.

Peluncuran PELITA Syariah berlangsung pada puncak kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Winarno Ekaputra, Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Rahmat Hidayat, jajaran pimpinan OJK, serta perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan industri jasa keuangan syariah.

“Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, baru-baru ini.

Friderica menjelaskan, PELITA Syariah disusun sebagai panduan bagi para pendakwah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat agar dapat menyampaikan materi pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara bijak, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendekatan melalui dakwah dinilai lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara lebih luas.

Baca Juga  Dewan Kalteng ini Minta Pemda Percepat Realisasi Program Strategis

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan perluasan akses keuangan syariah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal berbagai produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara tepat, aman, dan bertanggung jawab sesuai kondisi masing-masing.

Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang menyampaikan sambutan secara daring mengapresiasi peluncuran PELITA Syariah. Menurutnya, buku tersebut menjadi referensi yang sistematis dan aplikatif bagi para penggerak dakwah dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah secara profesional sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen. Data tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara tingkat pemahaman masyarakat dengan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih masif.

Dalam penyusunannya, OJK menggandeng Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sebagai penyusun materi dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) yang memastikan seluruh substansi sesuai dengan prinsip syariah. OJK juga memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) agar pemanfaatan PELITA Syariah semakin luas.

Baca Juga  Tegaskan Arah Dukungan, DPD ARUN Kalteng Siap Menjadi Relawan Pasangan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo di Pilkada 2024

Peluncuran PELITA Syariah menjadi agenda utama dalam rangkaian SYAFIF Goes to Makassar 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan tersebut menghadirkan 22 stan pelaku usaha jasa keuangan syariah dan dua stan ekosistem syariah, disertai berbagai edukasi, gelar wicara, serta pembukaan 10.598 rekening baru dengan total volume penghimpunan dan penyaluran dana mencapai Rp230,94 miliar. Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menegaskan bahwa literasi yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Melalui peluncuran PELITA Syariah dan penyelenggaraan SYAFIF Goes to Makassar 2026, OJK memperkuat sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, memperluas pelindungan konsumen, serta mendukung terciptanya ekosistem keuangan syariah yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts