EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tingkat Pengangguran Kalteng Naik, Jumlah Pekerja Menurun

17
×

Tingkat Pengangguran Kalteng Naik, Jumlah Pekerja Menurun

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng., menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik kondisi ketenagakerjaan Kalimantan Tengah Agustus 2026

PALANGKA RAYA – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 menunjukkan sejumlah perubahan, ditandai dengan berkurangnya jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 1,45 juta orang, sedangkan penduduk yang bekerja mencapai 1,40 juta orang.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng., menyampaikan bahwa hasil pendataan ketenagakerjaan Agustus 2026 memperlihatkan jumlah angkatan kerja mengalami penurunan 22,58 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk bekerja sebanyak 22,25 ribu orang dan jumlah pengangguran sebanyak 0,33 ribu orang. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 66,45 persen atau turun 1,96 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 6, Kota Palangka Raya, Kamis (05/11/2026).

Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 mencapai 2,19 juta orang atau bertambah 29,58 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,45 juta orang masuk dalam kelompok angkatan kerja, sedangkan 734,12 ribu orang lainnya merupakan bukan angkatan kerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertambahan penduduk usia kerja belum diikuti peningkatan jumlah penduduk yang aktif dalam kegiatan ekonomi. TPAK menjadi salah satu indikator untuk melihat persentase penduduk usia kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, baik sebagai pekerja maupun pengangguran.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada Agustus 2026, TPAK laki-laki mencapai 83,88 persen, sedangkan perempuan sebesar 47,84 persen. Dibandingkan Agustus 2025, TPAK laki-laki mengalami penurunan 1,38 persen poin, sementara perempuan turun lebih besar, yakni 2,50 persen poin. Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPAK perkotaan tercatat 65,04 persen dan perdesaan sebesar 67,95 persen. Kedua wilayah tersebut mengalami penurunan masing-masing 2,54 persen poin dan 1,24 persen poin.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalimantan Tengah. Pada Agustus 2026, sektor tersebut menampung sekitar 460 ribu pekerja atau 32,96 persen dari keseluruhan penduduk bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 15,47 persen serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 11,17 persen. Besarnya proporsi pekerja pada ketiga sektor tersebut memperlihatkan struktur ketenagakerjaan daerah yang masih banyak bertumpu pada aktivitas pertanian, perdagangan, dan pertambangan.

Meski demikian, sejumlah lapangan usaha mengalami perubahan jumlah pekerja dibandingkan Agustus 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada sektor Transportasi, Informasi, dan Komunikasi yang bertambah 11,83 ribu orang. Aktivitas Jasa Lainnya juga mengalami peningkatan sebanyak 7,05 ribu orang, disusul Pertambangan dan Penggalian sebanyak 4,31 ribu orang. Sebaliknya, sektor Perdagangan Besar dan Eceran mengalami penurunan jumlah pekerja terbesar, yakni 17,80 ribu orang. Penurunan juga terjadi pada Jasa Keuangan, Aktivitas Profesional, dan Real Estat sebanyak 11,06 ribu orang serta Industri Pengolahan sebanyak 8,25 ribu orang.

Baca Juga  IPM Kalimantan Tengah 2025 Naik Jadi 74,86, Tumbuh Lebih Cepat dari Tahun Sebelumnya

Berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh, karyawan, atau pegawai, dengan proporsi mencapai 46,59 persen. Sementara itu, pekerja yang berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar menjadi kelompok terkecil, yakni 2,79 persen. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, persentase penduduk yang berusaha sendiri mengalami peningkatan tertinggi sebesar 1,35 persen poin. Sebaliknya, persentase pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja keluarga, atau tidak dibayar mengalami penurunan sebesar 1,67 persen poin. Perubahan ini turut menggambarkan dinamika status pekerjaan masyarakat dalam struktur pasar kerja daerah.

Komposisi pekerja berdasarkan kegiatan formal dan informal juga memperlihatkan perubahan. Pada Agustus 2026, jumlah pekerja formal tercatat sebanyak 689,09 ribu orang atau 49,38 persen, sedangkan pekerja informal mencapai 706,34 ribu orang atau 50,62 persen. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah pekerja formal berkurang 17,69 ribu orang dan pekerja informal turun 4,56 ribu orang. Namun, secara persentase, proporsi pekerja informal meningkat dari 50,15 persen menjadi 50,62 persen. Sebaliknya, proporsi pekerja formal turun 0,47 persen poin. Peningkatan persentase pekerja informal terutama berkaitan dengan bertambahnya penduduk yang berusaha sendiri, sementara penurunan pekerja formal dipengaruhi berkurangnya pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar.

Dilihat dari tingkat pendidikan, penduduk bekerja di Kalimantan Tengah masih didominasi lulusan SD ke bawah dengan persentase 34,45 persen. Selanjutnya, lulusan SMA mencapai 26,19 persen, SMP sebesar 16,61 persen, SMK sebesar 9,15 persen, pendidikan Diploma IV hingga S3 sebesar 11,51 persen, serta Diploma I/II/III sebesar 2,09 persen. Dibandingkan Agustus 2025, persentase pekerja lulusan SMA mengalami peningkatan tertinggi sebesar 0,75 persen poin, disusul SMK sebesar 0,38 persen poin dan SD ke bawah sebesar 0,24 persen poin. Sementara itu, persentase pekerja lulusan SMP turun 1,04 persen poin, Diploma IV hingga S3 turun 0,24 persen poin, serta Diploma I/II/III turun 0,09 persen poin.

Dari aspek jam kerja, sebagian besar penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu, yakni sebesar 69,59 persen atau sekitar 971,06 ribu orang. Adapun pekerja tidak penuh mencapai 30,41 persen atau 424,38 ribu orang, yang terdiri atas setengah penganggur sebesar 6,07 persen dan pekerja paruh waktu sebesar 24,34 persen. Dibandingkan Agustus 2025, persentase pekerja penuh meningkat 1,06 persen poin dan setengah penganggur naik 0,11 persen poin. Sementara itu, pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 1,17 persen poin. Data tersebut menunjukkan adanya perubahan komposisi penduduk bekerja berdasarkan durasi jam kerja selama periode satu tahun.

Baca Juga  Pentingnya Penguatan Infrastruktur Layanan Publik di Perdesaan

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,01 persen atau meningkat 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 3,97 persen. Angka tersebut menggambarkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang yang menganggur. Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki sebesar 3,41 persen, sedangkan perempuan mencapai 5,13 persen. TPT laki-laki turun 0,30 persen poin, sementara perempuan meningkat 0,69 persen poin. Berdasarkan wilayah, TPT perkotaan mencapai 4,60 persen dan perdesaan sebesar 3,40 persen. Angka pengangguran perkotaan meningkat 0,44 persen poin, sedangkan perdesaan turun 0,39 persen poin.

Jika dibandingkan berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran tertinggi terdapat pada penduduk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan TPT mencapai 6,41 persen. Angka tersebut meningkat 1,90 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Selanjutnya, TPT lulusan SMA sebesar 5,65 persen, SMP 3,64 persen, Diploma IV hingga S3 sebesar 3,44 persen, Diploma I/II/III sebesar 2,88 persen, serta SD ke bawah sebesar 2,49 persen. Sementara itu, berdasarkan kabupaten/kota, Kota Palangka Raya mencatat TPT tertinggi sebesar 4,84 persen, sedangkan Kabupaten Pulang Pisau terendah sebesar 2,30 persen. Adapun TPAK tertinggi tercatat di Kabupaten Barito Timur sebesar 74,25 persen dan terendah di Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 62,48 persen.

Secara keseluruhan, hasil Sakernas Agustus 2026 memberikan gambaran mengenai dinamika pasar kerja di Kalimantan Tengah, mulai dari penurunan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja, perubahan struktur lapangan usaha, hingga meningkatnya TPT dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sementara proporsi pekerja informal lebih tinggi dibandingkan pekerja formal. Data tersebut menjadi gambaran penting untuk memahami perkembangan ketenagakerjaan di setiap wilayah serta perubahan karakteristik penduduk bekerja. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts