EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

IPM Kalteng Tumbuh 0,79 Persen dalam Setahun Terakhir Ini

14
×

IPM Kalteng Tumbuh 0,79 Persen dalam Setahun Terakhir Ini

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai 75,45. Angka tersebut meningkat 0,59 poin atau 0,79 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 74,86. Kenaikan ini menunjukkan pembangunan manusia di Kalimantan Tengah terus mengalami kemajuan, seiring membaiknya sejumlah indikator yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng., menyampaikan perkembangan tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) tentang Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Tengah 2026 di Ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 06, Kota Palangka Raya, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan catatan BPS, IPM Kalimantan Tengah menunjukkan tren peningkatan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Pada 2022, IPM tercatat sebesar 73,17, kemudian meningkat menjadi 73,73 pada 2023 dan 74,28 pada 2024. Kenaikan berlanjut pada 2025 menjadi 74,86 hingga mencapai 75,45 pada 2026. Dalam periode 2022–2026, rata-rata pertumbuhan IPM tercatat sebesar 0,77 persen per tahun.

Peningkatan capaian tersebut ditopang oleh perbaikan pada seluruh dimensi pembentuk IPM. Ketiga dimensi itu meliputi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. BPS mencatat, kenaikan paling besar secara persentase pada 2026 terjadi pada pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebesar 2,67 persen, disusul rata-rata lama sekolah sebesar 1,90 persen dan harapan lama sekolah sebesar 0,23 persen. Sementara itu, umur harapan hidup juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup (UHH) saat lahir penduduk Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai 74,20 tahun. Angka ini bertambah 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 74,01 tahun. Dengan demikian, bayi yang lahir pada 2026 memiliki harapan untuk hidup hingga usia 74,20 tahun. Selama periode 2022–2026, UHH meningkat 0,86 tahun, dengan rata-rata kenaikan 0,22 tahun atau 0,29 persen per tahun.

Baca Juga  Pentingnya Sinergi untuk Percepatan Pembangunan yang Inklusif

Perkembangan positif juga terlihat pada dimensi pengetahuan yang diukur melalui dua indikator, yakni harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). HLS penduduk usia tujuh tahun pada 2026 mencapai 12,81 tahun, naik 0,03 tahun atau 0,23 persen dibandingkan 2025 yang sebesar 12,78 tahun. Indikator ini menggambarkan perkiraan lamanya pendidikan formal yang dapat ditempuh anak pada masa mendatang.

Sementara itu, RLS penduduk berusia 25 tahun ke atas meningkat dari 8,96 tahun pada 2025 menjadi 9,13 tahun pada 2026. Kenaikan sebesar 0,17 tahun tersebut setara dengan pertumbuhan 1,90 persen. Dalam rentang 2022–2026, RLS bertambah 0,48 tahun atau rata-rata meningkat 0,12 tahun dan 1,36 persen setiap tahun. Perbaikan kedua indikator tersebut memperlihatkan adanya kemajuan pada aspek akses dan capaian pendidikan masyarakat.

Pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12.949.000 pada 2026. Nilai tersebut meningkat Rp337.000 atau 2,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp12.612.000. Jika dibandingkan dengan kondisi 2022, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan telah bertambah Rp1.491.000. Secara rata-rata, indikator ini tumbuh Rp373.000 atau 3,11 persen per tahun selama periode 2022–2026.

BPS juga mencatat capaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota menunjukkan kondisi yang beragam. Pada 2026, sebanyak 13 kabupaten di Kalimantan Tengah berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi, yakni memiliki nilai IPM antara 70 hingga kurang dari 80. Sementara itu, Kota Palangka Raya menjadi satu-satunya wilayah yang telah mencapai kategori sangat tinggi dengan nilai IPM sebesar 83,55. Capaian tersebut menempatkan Palangka Raya pada kelompok IPM 80 ke atas.

Baca Juga  Smelter Bauksit Dorong Ekonomi Kotim, Warga Diharapkan Ikut Terlibat

Adapun nilai IPM kabupaten lainnya berada pada kategori tinggi, antara lain Kotawaringin Barat sebesar 76,70, Barito Timur 75,96, Barito Selatan 75,66, Kotawaringin Timur 75,49, dan Katingan 75,24. Kabupaten dengan nilai IPM lainnya meliputi Lamandau 75,09, Gunung Mas 75,05, Barito Utara 74,04, Kapuas 73,86, Pulang Pisau 73,48, Sukamara 72,21, Murung Raya 72,65, serta Seruyan 71,89. Tidak terdapat kabupaten/kota yang masuk kategori sedang maupun rendah.

Secara keseluruhan, peningkatan IPM Kalimantan Tengah pada 2026 mencerminkan kemajuan pembangunan manusia yang ditopang perbaikan indikator kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Meski capaian tersebut menunjukkan tren positif, perbedaan nilai IPM antardaerah juga menjadi gambaran bahwa pemerataan kualitas pembangunan manusia tetap penting diperhatikan agar kemajuan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts