KASONGAN – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), melaksanakan reses perseorangan pada masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Desa Hiyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, belum lama ini. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Kepala Desa Hiyang Bana dan dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait pembangunan infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, warga melalui perwakilan Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hiyang Bana yang mewakili RT 09 dan RT 10, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang dirasakan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan berfokus pada peningkatan akses jalan dan pembangunan jembatan yang dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas warga.
Sekretaris BPD Hiyang Bana menjelaskan bahwa kondisi jalan di wilayah RT 09 dan RT 10 masih memerlukan perhatian serius. Ia menyebutkan, jalan di RT 09 sepanjang kurang lebih 200 meter perlu ditingkatkan agar lebih layak dilalui masyarakat.
“Kami mengusulkan peningkatan jalan di RT 09 sepanjang kurang lebih 200 meter, serta di RT 10 dari ujung ke ujung karena hingga saat ini jalan di RT 10 belum pernah dilakukan penimbunan sama sekali,” ujarnya baru-baru ini.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang belum memadai tersebut berdampak pada mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur dan sulit dilalui menjadi kendala utama dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain peningkatan jalan, warga juga mengusulkan pembangunan jembatan di wilayah RT 09. Saat ini, jembatan yang ada masih berbahan kayu dan dinilai tidak lagi layak digunakan karena rawan ambruk.
“Kami juga mengusulkan pembangunan jembatan di RT 09, karena jembatan yang ada saat ini masih menggunakan konstruksi kayu dan kondisinya sudah memprihatinkan serta mudah ambruk,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak sangat penting untuk menunjang konektivitas antarwilayah di desa tersebut. Jembatan menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan agar kawasan LU2 dapat segera digarap. Ia menilai, akses jalan yang memadai akan membuka peluang pengembangan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap adanya pembangunan infrastruktur jalan agar wilayah LU2 bisa segera digarap dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Faridawaty Darland Atjeh menyampaikan bahwa kegiatan reses menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah. Ia menegaskan setiap usulan yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan merupakan kebutuhan prioritas yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan suasana dialogis, di mana masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara terbuka. Faridawaty juga mencatat seluruh aspirasi yang masuk untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Melalui reses ini, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat Desa Hiyang Bana dapat terakomodasi dalam program pembangunan ke depan, sehingga mampu meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Red/Adv)











