AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Membangun UPR sebagai episentrum Inovasi global, Natalina Asi Resmi Daftarkan Diri Jadi Calon Rektor 2026-2030

42
×

Membangun UPR sebagai episentrum Inovasi global, Natalina Asi Resmi Daftarkan Diri Jadi Calon Rektor 2026-2030

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Palangka Raya Dr. Natalina Asi, MA menyampaikan visi dan komitmen saat mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UPR periode 2026–2030 di lingkungan kampus UPR.

PALANGKA RAYA – Bursa pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 mulai menunjukkan dinamika. Salah satu figur yang resmi mendaftarkan diri dalam kontestasi tersebut ialah Dr. Natalina Asi, MA., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UPR. Ia menyerahkan berkas pendaftaran pada Senin (25/05/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dr. Natalina Asi, MA menjadi calon pendaftar kelima yang secara resmi mengikuti proses penjaringan calon Rektor UPR periode 2026–2030. Kehadirannya dalam tahapan pencalonan tersebut menambah dinamika proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah itu. Dengan pengalaman yang dimiliki dalam bidang akademik dan tata kelola pendidikan tinggi, langkahnya dinilai menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang membawa perspektif baru terhadap arah pembangunan universitas di masa mendatang.

Kehadiran Dr. Natalina Asi dalam proses pencalonan juga menarik perhatian sivitas akademika. Selain aktif dalam pengembangan bidang akademik selama menjabat sebagai wakil rektor, ia dinilai memiliki pengalaman yang cukup dalam memahami kebutuhan internal kampus, mulai dari penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan kerja sama dan tata kelola kelembagaan.

FOTO Ist.: Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Palangka Raya Dr. Natalina Asi, MA menyampaikan visi dan komitmen saat mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UPR periode 2026–2030 di lingkungan kampus UPR.

Dalam langkahnya menuju kursi pimpinan universitas, ia membawa visi bertajuk “Membangun UPR sebagai episentrum inovasi global yang berintegritas dan berasakan falsafah Huma Betang menuju Indonesia Emas 2045”. Visi tersebut menitikberatkan pada upaya menjadikan UPR sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang tidak hanya memiliki daya saing secara nasional, tetapi juga mampu menjangkau tingkat internasional dengan tetap berakar pada nilai budaya lokal Kalimantan Tengah.

Baca Juga  Pemkot Palangka Raya Perkuat Kapasitas PPID Pelaksana Lewat Bimtek Informasi Publik

Visi tersebut lahir dari pandangannya mengenai pentingnya membangun perguruan tinggi yang mampu bergerak adaptif terhadap perubahan zaman.

Menurutnya, universitas saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, serta solusi terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.

Bagi Dr. Natalina Asi, pengembangan universitas saat ini membutuhkan langkah yang lebih luas dan terintegrasi. Kemajuan pendidikan tinggi dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan sarana fisik dan akademik semata, tetapi juga memerlukan penguatan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan karakter yang berlandaskan nilai budaya dan integritas.

“UPR harus mampu menjadi rumah besar pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan karakter. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya saing, kemampuan beradaptasi, dan tetap menjunjung nilai-nilai lokal yang menjadi identitas daerah,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, falsafah Huma Betang menjadi salah satu landasan penting dalam membangun arah pengembangan universitas. Nilai kebersamaan, keterbukaan, keberagaman, dan semangat gotong royong dipandang memiliki relevansi kuat dalam membentuk lingkungan pendidikan yang inklusif serta mampu menghadapi tantangan global.

Keinginannya untuk maju sebagai calon Rektor UPR juga disebut berangkat dari komitmen yang kuat dalam memajukan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah. Ia menilai pembangunan daerah memerlukan dukungan perguruan tinggi yang kuat, adaptif, dan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Baca Juga  KLHK-RI Bersama UPR Adakan “Sebangau’s Biodiversity Fest 2024”

“Komitmen saya adalah bersama-sama membangun UPR agar semakin maju, memiliki daya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Kemajuan universitas tidak dapat dibangun secara individual, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh sivitas akademika dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya lagi.

Proses pencalonan Rektor UPR periode 2026–2030 diperkirakan masih akan menghadirkan berbagai dinamika hingga seluruh tahapan berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan. Munculnya sejumlah figur dalam proses tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan gagasan dan arah pembangunan baru bagi kampus, sekaligus memperkuat peran UPR sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan masa depan. (Red/ADV)

+ posts