AKADEMIKADESA MANDIRIEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tim Pengabdian FT UPR Petakan Potensi Ketahanan Pangan Pahandut Seberang

28
×

Tim Pengabdian FT UPR Petakan Potensi Ketahanan Pangan Pahandut Seberang

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik UPR saat melakukan identifikasi potensi ketahanan pangan masyarakat di Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Tim Program Dosen Pendamping Pemberdayaan Masyarakat (PDPPM) Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan kajian potensi ketahanan pangan masyarakat di Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan keluarga dan kesehatan masyarakat.

Tim pengabdian terdiri atas Tatau Wijaya Garib, S.T., M.T., Dr. Noor Hamidah, S.T., M.U.P., Dwi Anung Nindito, S.T., M.T., dan Ir. Syahrozi, M.T. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UPR, yakni Nazwa dan Fadya Nur Azra sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kajian literatur serta pengumpulan data lapangan untuk mengidentifikasi potensi ketahanan pangan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat. Tim juga bersilaturahmi dengan Ketua RT 03 RW 02 guna memperoleh informasi terkait kebutuhan warga serta peluang pemanfaatan pekarangan rumah dan lingkungan permukiman sebagai sumber pangan keluarga.

Ketua Tim Pengabdian Fakultas Teknik UPR, Tatau Wijaya Garib, mengatakan bahwa kawasan permukiman tepian Sungai Kahayan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga apabila ruang-ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kebutuhan tanaman konsumsi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat serta memetakan ruang-ruang potensial yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Kami ingin masyarakat mampu mengelola pekarangan dan lingkungan sekitarnya sebagai sumber pangan yang berkelanjutan,” ujarnya, baru-baru ini.

Hasil identifikasi awal menunjukkan terdapat sejumlah titik potensial yang dapat dikembangkan sebagai ruang pangan masyarakat. Tidak hanya pekarangan rumah, potensi tersebut juga ditemukan pada jalan titian, halaman, ruang komunal, lahan kosong di sekitar permukiman, tepi sungai, hingga area karamba yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat tepian Sungai Kahayan.

Baca Juga  Panen Sorgum di TTP Jadi Simbol Ketahanan Pangan Keluarga

Menurut Tatau, pengabdian ini akan menghasilkan peta potensi ketahanan pangan Kelurahan Pahandut Seberang yang dapat menjadi dasar perencanaan pemberdayaan masyarakat ke depan. Selain itu, tim juga akan memberikan pelatihan pengolahan pekarangan untuk budidaya tanaman buah dan sayur serta edukasi mengenai rumah sehat dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sasaran utama kegiatan tersebut adalah ibu-ibu rumah tangga yang bermukim di Kelurahan Pahandut Seberang. Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu membudidayakan tanaman pangan pada lahan terbatas dengan memanfaatkan media tanam yang sesuai dengan karakteristik kawasan tepian sungai.

Tim pengabdian menemukan bahwa keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan pangan rumah tangga. Oleh karena itu, penggunaan media tanam seperti pot, polybag, rak vertikal, hidroponik sederhana, dan media apung dinilai lebih relevan dibandingkan metode penanaman konvensional di tanah terbuka.

Selain potensi pertanian rumah tangga, kajian tersebut juga mengungkap bahwa sektor perikanan dan karamba merupakan kekuatan utama masyarakat setempat. Potensi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan karakter permukiman tepian sungai. Namun demikian, sebagian besar hasil perikanan masih dijual dalam bentuk mentah dan belum banyak diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

Tim pengabdian menilai kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga. Pengembangan produk olahan hasil perikanan dinilai mampu memperpanjang rantai nilai ekonomi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga  DPRD dan Pemprov Kalteng Sepakati 4 Raperda Jadi Perda

Dr. Noor Hamidah menambahkan bahwa konsep yang dikembangkan dalam kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan, tetapi juga melihat keterkaitan antara ruang hunian, ruang transisi, ruang air, dan aktivitas masyarakat sebagai satu kesatuan sistem pangan mikro yang adaptif terhadap kondisi lingkungan tepian sungai.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Fakultas Teknik UPR berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemanfaatan ruang yang tersedia untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. Selain menghasilkan peta potensi ketahanan pangan berbasis masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pangan lokal yang adaptif, sehat, dan berkelanjutan bagi warga Kelurahan Pahandut Seberang. Tim pengabdian turut menyampaikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Teknik UPR atas dukungan pendanaan melalui PNBP Fakultas Teknik UPR serta kepada Lurah, RT, RW, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. (Red/ADV)

+ posts